Metode Pewarnaan Alami Kain Batik Menggunakan Ekstrak Kulit Kayu Mahoni
- 30 Jun 2026 18:47 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Proses pembuatan batik tradisional bernilai seni tinggi tidak hanya bersumber dari keindahan motifnya melainkan juga dari keaslian bahan pewarna. Penggunaan pewarna alami dari tumbuhan hutan kini kembali diminati karena menghasilkan nuansa warna tanah yang teduh dan ramah lingkungan.
Studi dari Lestari (2023) dalam Jurnal Kriya Tekstil dan Seni Rupa Nusantara berjudul "Eksplorasi Warna Cokelat dari Limbah Kulit Kayu Mahoni", mengupas proses material ini. Riset menyimpulkan bahwa teknik perebusan kulit kayu selama tiga jam sangat efektif mengeluarkan pigmen warna secara pekat dan stabil.
| Baca juga: Trend Gaya Rambut 2026 Paling Diminati |
Langkah awal yang dilakukan pengrajin adalah merendam potongan kulit mahoni kering ke dalam air bersih sebelum direbus hingga menyusut setengahnya. Larutan saringan berwarna cokelat kemerahan tersebut kemudian didinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mencelup kain mori yang telah dibatik.
Kain yang telah diberi lilin malam dicelupkan ke dalam bak larutan warna sebanyak lima hingga sepuluh kali pengerjaan harian. Setiap selesai satu kali tahapan pencelupan, kain harus diangin-anginkan di tempat teduh tanpa terkena paparan sinar matahari langsung agar warnanya rata.
Proses krusial berikutnya adalah fiksasi atau penguncian warna dengan menggunakan larutan tunjung, tawas, atau kapur sirih tradisional. Pemilihan jenis bahan pengunci ini akan menentukan hasil akhir warna, di mana penggunaan tawas akan menghasilkan warna cokelat muda cerah.
Berdasarkan riset dari Saputra (2025) dalam Jurnal Industri Hijau dan Teknologi Kreatif berjudul "Ketahanan Luntur Kain Katun dengan Pengunci Zat Warna Alami", mutu produk diuji. Data penelitian membuktikan bahwa penguncian menggunakan larutan kapur mampu mempertahankan intensitas warna dari luntur hingga tingkat ketahanan 80 persen.
Melestarikan penggunaan pewarna alami pada kain batik merupakan wujud nyata dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mengurangi limbah kimia tekstil. Yuk, kita dukung produk batik bersertifikat ramah lingkungan sebagai bentuk kebanggaan terhadap mahakarya budaya asli Indonesia!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....