Pelestarian Manuskrip Kuno Melalui Teknik Konservasi Kertas Tradisional
- 30 Jun 2026 07:31 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Lembaran kertas kuno yang menyimpan catatan sejarah masa lalu merupakan aset bangsa yang sangat berharga namun rentan mengalami kerusakan fisik. Proses pelestarian manuskrip kuno membutuhkan perpaduan ilmu kimia dengan ketelatenan tangan untuk menahan laju pelapukan kertas.
Penelitian dari Budiman (2023) dalam Jurnal Preservasi Dokumen dan Arsip Sejarah berjudul "Efektivitas Cairan Deasidifikasi Alami pada Kertas Serat Kayu", mengupas aspek teknik. Hasil studi menjelaskan bahwa penggunaan larutan kalsium karbonat sangat efektif menetralkan kadar asam yang memicu kertas menjadi rapuh.
Para konservator memulai pekerjaannya dengan membersihkan debu harian yang menempel pada lembaran manuskrip menggunakan kuas bulu halus secara perlahan. Setiap lembar kertas diperiksa dengan teliti untuk memetakan tingkat kerusakan serta robekan yang membutuhkan penambalan segera.
Proses penambalan bagian kertas yang berlubang dilakukan dengan menggunakan kertas Jepang khusus yang memiliki serat panjang namun sangat tipis. Perekat yang digunakan pun berbahan dasar pasta gandum alami yang bebas dari kandungan zat kimia sintetis berbahaya.
Setelah proses perbaikan selesai, manuskrip kuno tersebut disimpan di dalam kotak pelindung khusus yang bebas dari asam dan kelembapan. Pengaturan suhu ruang penyimpanan juga wajib dijaga secara konstan guna mencegah pertumbuhan spora jamur kertas yang merusak.
Berdasarkan analisis data dari Sitorus (2025) dalam Jurnal Filologi dan Kajian Budaya Daerah berjudul "Restorasi Fisik Naskah Kuno Guna Mendukung Digitalisasi Informasi", manfaat sistem diteliti. Data menunjukkan bahwa penguatan serat kertas pra-digitalisasi mampu menekan risiko kerusakan fisik naskah hingga sebesar 40 persen.
Menyelamatkan manuskrip kuno sama artinya dengan menyambung kembali jembatan ingatan kolektif kita dengan peradaban luhur para leluhur terdahulu. Yuk, ikut dukung upaya digitalisasi naskah-naskah kuno daerah agar mutiara ilmu di dalamnya tetap bisa dipelajari oleh generasi masa depan!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....