Pelestarian Seni Anyaman Purun lewat Inovasi Desain Produk Modern
- 29 Jun 2026 09:17 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Tumbuhan rawa sejenis rumput teki yang dikenal dengan nama purun merupakan material alami yang sangat melimpah di kawasan lahan basah daerah. Sejak zaman leluhur, batang purun yang telah dikeringkan dan ditumbuk pipih telah diolah oleh warga menjadi produk tikar alas tidur sederhana.
Penelitian dari Setiawan (2023) dalam Jurnal Kriya Tekstil dan Budaya Lokal berjudul "Pemanfaatan Serat Purun Rawa Sebagai Bahan Baku Kerajinan", mengupas potensi material. Hasil studi menjelaskan bahwa serat alami purun memiliki tingkat kelenturan yang sangat tinggi sehingga sangat mudah untuk dianyam rapat.
Guna menaikkan kelas produk anyaman, komunitas ibu-ibu perajin desa kini mulai melakukan inovasi bentuk di luar produk tikar konvensional harian. Mereka menganyam purun menjadi tas jinjing modis, wadah pot tanaman minimalis, hingga pelapis kotak tisu yang bernuansa etnik modern.
Purun yang telah kering juga diberi sentuhan warna-warni menarik menggunakan zat pewarna tekstil aman agar tampilannya terlihat lebih segar dan dinamis. Proses pewarnaan ini dilakukan dengan cara merebus batang purun di dalam kuali besar sebelum anyaman mulai dijalin satu per satu.
Produk kerajinan purun modifikasi ini terbukti sangat diminati oleh masyarakat perkotaan yang menyukai konsep dekorasi rumah bertema natural alami. Penggunaan produk berbahan purun ini juga secara tidak langsung ikut membantu kampanye pengurangan pemakaian kantong belanja berbahan plastik.
Berdasarkan analisis data dari Utomo (2025) dalam Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat berjudul "Dampak Diversifikasi Produk Anyaman Terhadap Pendapatan Perajin", aspek ekonomi diteliti. Data penelitian membuktikan bahwa variasi desain produk anyaman purun mampu meningkatkan omzet penjualan kelompok perajin hingga sebesar 40 persen.
Merawat kelestarian seni anyaman purun adalah langkah nyata dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para perajin daerah. Mari kita bangga menggunakan produk anyaman asli dalam negeri sebagai wujud kontribusi kita terhadap kelestarian budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....