Pelestarian Alat Musik Sasando Melalui Inovasi Penggunaan Bahan Baru
- 28 Jun 2026 05:11 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Alat musik petik tradisional asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yaitu sasando, memiliki keunikan visual yang sangat memukau berkat wadah resonansinya. Wadah berbentuk setengah lingkaran tersebut dibuat menggunakan daun pohon lontar yang dikeringkan lalu dirangkai secara telaten oleh perajin.
Penelitian dari Budiman (2022) dalam Jurnal Akustik Musik Nusantara berjudul "Analisis Resonansi Bunyi pada Daun Lontar Alat Musik Tradisional", mengupas fungsi akustik. Hasil studi menjelaskan bahwa serat alami daun lontar memberikan karakter suara yang garing dan khas saat senar sasando dipetik jemari.
| Baca juga: Rumah Adat Nuwo Sesat di Provinsi Lampung |
Namun, kendala utama penggunaan daun lontar adalah sifatnya yang rapuh dan mudah patah jika dibawa bepergian jauh untuk pertunjukan internasional. Guna menyiasati masalah tersebut, beberapa maestro pembuat sasando kini mulai bereksperimen menggunakan lembaran serat kaca (fiberglass) sebagai bahan alternatif.
Lembaran serat kaca dibentuk sedemikian rupa meniru lipatan asli daun lontar lalu dicat dengan warna cokelat alami agar kesan etniknya tetap terjaga kuat. Inovasi modern ini membuat bodi sasando menjadi sangat tangguh, tahan air, serta tidak mudah mengalami perubahan bentuk akibat cuaca ekstrem harian.
Meskipun menggunakan bahan modern, pengaturan jarak antar-senar dan posisi bantalan nada tetap mempertahankan pakem aturan tradisional leluhur yang presisi. Langkah ini sangat penting agar kualitas frekuensi nada yang dihasilkan tidak melenceng dari tangga nada asli kebudayaan masyarakat Rote.
Berdasarkan analisis data dari Hidayat (2025) dalam Jurnal Pengembangan Industri Musik Daerah berjudul "Respon Seniman Terhadap Modifikasi Material Sasando Elektrik", minat musisi diteliti. Data menunjukkan bahwa penggunaan bahan sintetis yang dipadukan dengan sistem kelistrikan gitar mampu meningkatkan minat pemuda belajar sasando sebesar 30 persen.
Melakukan modifikasi material tanpa menghilangkan esensi nilai budaya adalah langkah taktis untuk menjaga alat musik tradisional tetap relevan di era modern. Yuk, dengarkan keindahan petikan nada sasando melalui platform video daring pagi ini sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya bangsamu!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....