Menilik Teknik Vokal Macapat Sebagai Warisan Seni Sastra Lisan

  • 27 Jun 2026 19:18 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan -:Seni melantunkan puisi tradisional Jawa atau macapat merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya luhur yang kaya akan nilai filosofis kehidupan manusia. Namun, keindahan seni suara klasik ini kini semakin jarang terdengar di sela-sela riuhnya perkembangan musik modern di masyarakat.

Studi dari Handayani (2020) dalam Jurnal Kajian Sastra dan Budaya berjudul "Struktur Estetika Tembang Macapat dalam Seni Pertunjukan", mengupas tuntas teknik ini. Riset menyimpulkan bahwa kekuatan utama tembang macapat terletak pada penguasaan aturan guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu yang ketat.

Seorang penembang harus mampu mengatur artikulasi napas secara halus agar perpindahan antar-nada tradisional atau titi laras terdengar mengalir tanpa jeda kasar. Proses melatih kepekaan telinga terhadap frekuensi nada gamelan memerlukan ketekunan serta latihan harian yang konsisten di bawah bimbingan maestro.

Setiap jenis tembang macapat seperti Maskumambang atau Sinom memiliki karakter rasa yang sangat berbeda, mulai dari rasa sedih hingga ketegasan jiwa. Penembang dituntut memiliki empati mendalam agar pesan moral yang tersirat dalam naskah kuno tersebut bisa sampai ke relung hati penonton.

Penggunaan teknik cengkok atau hiasan nada yang meliuk-liuk menjadi ciri khas yang membedakan kualitas seorang penembang senior dengan pemula di panggung. Variasi cengkok vokal ini biasanya dipelajari secara lisan dari generasi ke generasi melalui metode peniruan suara secara langsung.

Berdasarkan analisis dari Saputra (2023) dalam Jurnal Edukasi Bahasa dan Seni berjudul "Penerapan Metode Mimikri Vokal dalam Pembelajaran Tembang", aspek edukasi diuji. Data riset menegaskan bahwa siswa yang belajar dengan metode audio-visual interaktif memiliki tingkat penguasaan titi laras 35 persen lebih cepat.

Melestarikan tembang macapat bukan sekadar bernyanyi lagu lama, melainkan menjaga memori kebijaksanaan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Yuk, luangkan waktumu sejenak untuk mendengarkan alunan tembang klasik ini di platform digital sebagai bentuk apresiasi seni budayamu sendiri!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....