Fakta Sejarah Monumen Penyerbuan Kotabaru

  • 26 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Monumen Penyerbuan Kotabaru yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 7 Oktober 1988 menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa. Monumen ini terletak di kompleks Asrama Korem 040 Pamungkas, Jalan Wardhani Kotabaru Yogyakarta, untuk mengenang Pertempuran Kotabaru.

Berikut faktanya yang dikutip dari laman Badan Otorita Borobudur. Struktur monumen berbentuk persegi dengan warna dasar hitam yang memberikan kesan tegas dan khidmat. Bagian atas tulisan prasasti dihiasi dengan simbol perjuangan berupa dua buah bambu runcing.

Pada sisi depan monumen, terdapat tulisan prasasti yang memuat keterangan penting mengenai pendirian monumen. Teks tersebut juga mencantumkan keterangan peresmian monumen yang dilakukan langsung oleh Sultan.

Bunyi prasasti tersebut adalah pernyataan bahwa tetenger didirikan untuk memperingati puncak pengambilalihan kekuasaan dari Jepang. Peristiwa perebutan kekuasaan ini diwarnai dengan serbuan bersenjata dan pertumpahan darah pada 7 Oktober 1945.

Dua sisi monumen lainnya dimanfaatkan untuk mengabadikan nama-nama pejuang yang gugur dalam pertempuran tersebut. Nama-nama pahlawan yang tertulis antara lain I Dewa Nyoman Oka, Ahmad Jazuli, Supadi, dan Faridan M. Noto.

Deretan nama pejuang yang gugur terus berlanjut hingga mencakup Bagong Ngadikan, Suroto, Syuhada, Sunaryo, dan Sajiono. Selain itu, terdapat nama Sabirin, Juwadi, Hadidarsono, Sukartono, Johar Nurhadi, dan Sareh.

Daftar pahlawan yang gugur tersebut diselesaikan dengan nama-nama Wardhani, Trimo, Akhmad Zakir, Umum Kalipan, Abubakar Ali, dan Atmosukarto. Pengukiran nama-nama ini menjadi bentuk penghormatan abadi atas pengorbanan jiwa raga mereka demi kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....