Harga Kopi di Sumbagsel Naik Tipis

  • 07 Jun 2026 10:07 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Harga buah kopi kering di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), terutama di Kabupaten Kaur, saat ini berada di kisaran Rp52.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu yang masih berada di bawah Rp50.000 per kilogram.

Informasi mengenai harga kopi tersebut disampaikan para petani dari berbagai daerah di Sumbagsel saat berdialog dalam acara Anjangsana Udara di RRI Bintuhan pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Para petani mengaku harga kopi di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan pada awal Juni 2026.

Lek Sukari, petani kopi asal Tanjung Sakti, Sumatera Selatan, menuturkan bahwa terakhir kali dirinya menjual kopi pada awal Juni 2026 dengan harga Rp52.000 per kilogram. “Alhamdulillah harga kopi naik dikit Bang, awal bulan juni saya jual dapat harga 52 ribu rupiah per Kilogram,” tutur Lek Sukari menceritakan harga kopi ditingkat petani di Tanjung sakti.

Sementara itu, Rimbas, petani kopi asal OKU Selatan, juga menyampaikan bahwa harga kopi di daerahnya mengalami kenaikan hingga berada di atas Rp50.000 per kilogram. “ sama bang, di tempat kami juga naik tipis jika dibanding akhir bulan mei kemari, kemarin saya jual di awal juni 2026, dapat harga Rp. 51 ribu per kilogramnya,” tutur Rimbas saat berbincang di acara anjang sana udara pada hari yang sama.

Mengutip dari berbagai sumber, harga kopi di tingkat petani di Kabupaten Kaur saat ini berkisar antara Rp47.000 hingga Rp52.000 per kilogram untuk biji kopi kering kualitas terbaik. Besaran harga tersebut umumnya dipengaruhi oleh kualitas biji kopi serta fluktuasi pasar global.

Kondisi harga buah kopi kering yang kini berada di atas Rp50.000 per kilogram disyukuri oleh para petani. Meskipun demikian, harga saat ini masih lebih rendah dibandingkan musim tahun lalu yang sempat menyentuh angka Rp70.000 per kilogram.

Salah seorang petani kopi di Kabupaten Kaur, Bira, mengaku bersyukur karena harga kopi kembali berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut cukup seimbang dengan biaya perawatan kebun dan pengolahan kopi serta dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Alhamdulillah harga saat ini kembali menyentuh anka 50 ribu per kilonya, kondisi ini cukup membantu petani dalam proses penggarapan kebun dan pengolah buah kopi, serta bisa memenuhi kebutuhan sehari hari ," tutur Bira, dia berharap harga kopi bisa tinggi lagi seperti dahulu pada angka 60 hingga 70 perkilonya. Supaya biaya perawatan kebun bisa didapatkan dan bisa meraih keuntungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....