Polres Kepahiang Bergerak Cepat Tangani Keluhan Kesehatan Siswa Penerima MBG

  • 04 Jun 2026 17:58 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Kepahiang – Jajaran Polres Kepahiang bersama sejumlah instansi terkait bergerak cepat menindaklanjuti keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 18 Kepahiang, Kamis 04 Juni 2026. Langkah cepat dilakukan guna memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis yang tepat dan kondisi tetap terkendali.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan, sekolah, penyelenggara program MBG, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat pelayanan kesehatan sekaligus mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga sekolah mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Mereka telah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis di Puskesmas Kelobak serta Puskesmas Pasar Kepahiang.

Dari hasil pemantauan petugas kesehatan, sebagian besar pasien telah menunjukkan kondisi yang membaik. Beberapa di antaranya bahkan telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Kapolres Kepahiang menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur dalam menangani kejadian tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan fasilitas kesehatan, pengumpulan keterangan dari pihak sekolah dan penyelenggara program, hingga pemantauan perkembangan situasi di lapangan.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Ikhsan Nur, S.I.K, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan. Menurutnya, seluruh proses terus dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan para siswa menjadi prioritas utama.

"Polda Bengkulu melalui Polres Kepahiang saat ini terus melakukan monitoring dan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan para siswa serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan tepat. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium dari pihak yang berwenang. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dikeluarkan," ujar Ihsan Nur.

Saat ini, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium oleh instansi yang berwenang. Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kejadian secara objektif berdasarkan fakta ilmiah.

Polda Bengkulu juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari instansi berwenang guna menghindari munculnya kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang tidak akurat.

Selain itu, Polda Bengkulu bersama pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPOM, serta seluruh pemangku kepentingan terkait berkomitmen mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas. Informasi mengenai hasil penanganan dan pemeriksaan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....