Petani Rejang Lebong Diserang Beruang Madu, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

  • 01 Jun 2026 22:08 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Peristiwa serangan beruang madu terhadap seorang petani di Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, memicu kewaspadaan warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan perkebunan. Masyarakat kini diminta lebih berhati-hati saat menuju kebun, terutama pada pagi hari ketika aktivitas satwa liar masih cukup tinggi.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu pagi 31 Mei 2026. Korban bernama Damhuri 62 tahun, seorang petani setempat, mengalami luka robek pada paha kiri setelah diserang seekor beruang madu di kebun kopi miliknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya melihat seekor beruang sedang memakan buah nangka di area kebun. Tak lama kemudian, satwa yang dilindungi tersebut mengejar dan menerkam korban hingga menyebabkan luka pada bagian kaki.

Salah seorang warga Desa Pal 100, Suryadi, mengatakan kejadian itu membuat masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di lahan pertanian yang berada dekat kawasan hutan. "Kami cukup terkejut karena biasanya hanya mendengar keberadaan beruang dari jejak atau cerita warga, tetapi kali ini sampai terjadi serangan terhadap petani," ujarnya.

Menurut Suryadi, beberapa warga memang pernah menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar perkebunan. "Kadang ada tanaman yang rusak atau buah-buahan yang dimakan, sehingga warga sekarang lebih memilih pergi ke kebun secara berkelompok," katanya.

Setelah kejadian tersebut, warga bersama pemerintah desa dan aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di sekitar permukiman dan area perkebunan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan beruang madu kembali muncul di sekitar aktivitas masyarakat.

Kepala Desa Pal 100 bersama warga juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut. Selain melakukan pemantauan, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan jejak atau keberadaan satwa liar di sekitar desa.

"Yang terpenting sekarang keselamatan warga. Kami berharap ada langkah pencegahan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Suryadi mewakili harapan masyarakat setempat.

Sementara itu, korban telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Assalam Curup dan kondisinya terus dipantau. Warga berharap pemulihan korban berjalan lancar serta upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar dapat semakin ditingkatkan di wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....