Turunnya Harga Kopi Berpengaruh pada Penghasilan Petani di Kaur

  • 30 Mei 2026 08:11 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Harga kopi pada musim panen tahun ini mengalami penurunan dibandingkan musim panen tahun lalu. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya penghasilan para petani kopi.

Jika dibandingkan dengan musim panen tahun lalu yang sempat menembus Rp70.000 per kilogram, harga kopi pada musim panen tahun ini turun ke kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut mulai dirasakan petani sejak awal musim panen berlangsung.

Pada penghujung Mei 2026, harga kopi di tingkat petani tercatat berada di kisaran Rp 47.000 per kilogram. Angka tersebut merosot dari rata-rata harga sebelumnya yang berada di sekitar Rp50.000 per kilogram pada awal musim panen.

Informasi mengenai harga kopi ini dibenarkan oleh Ital, salah seorang petani kopi di kawasan Air Mantai, Kabupaten Kaur. Ia mengaku terakhir menjual hasil panennya pada pekan terakhir Mei 2026 dengan harga Rp. 47.000 per kilogram di tingkat petani.

“Harga yang diterima petani rata rata RP.47.000/kg. Tetap bersyukur meskipun turun, ya jika dibanding harga pada musim panen tahun lalu kondisi ini jauh merosot,” tutur Fobby. Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi harga kopi yang sedang mengalami penurunan dibandingkan musim panen sebelumnya.

Ital menambahkan bahwa harga jual saat ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan petani kopi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seimbang dengan biaya perawatan kebun yang terus meningkat, terutama untuk pembelian pestisida, herbisida dan pupuk yang harganya semakin mahal.

Anjloknya harga kopi juga mempengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membiayai pendidikan anak-anak mereka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian yang lebih besar apabila harga kopi terus mengalami penurunan.

“Kalau harga terus merosot dibawah angka 50 ribu cukup sulit untuk menyeimbangkan dengan biaya produksinya. Tapi karena penghasilan kami hanya dari kebun kopi, jadi mau tak mau harus tetap dijalani,” ujar Ital.

Menyikapi situasi tersebut, sebagian petani memilih menyimpan kopi kering mereka untuk sementara waktu. Mereka berharap harga kopi dapat kembali meningkat setidaknya di atas Rp50.000 per kilogram agar sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....