BPS Ngisi Bareng Sensus Ekonomi 2026

  • 25 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- BPS Kabupaten Kaur bersama Kementerian Agama Kabupaten Kaur melaksanakan kegiatan Ngisi Bareng (NGIBAR) Sensus Ekonomi 2026. Pengisian bareng ini tertuju bagi Usaha Jasa Pendidikan di bawah pembinaan KEMENAG bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Kaur.

Kepala BPS Kabupaten Kaur mengatakan, Melalui kegiatan NGIBAR, peserta mendapatkan pendampingan dalam proses pengisian data usaha guna mendukung tersedianya data Sensus Ekonomi 2026 yang akurat, lengkap, dan berkualitas. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung penyediaan data statistik yang valid sebagai dasar perencanaan dan pembangunan daerah.

BPS Kabupaten Kaur bersama Kementerian Agama Kabupaten Kaur melaksanakan kegiatan Ngisi Bareng (NGIBAR) Sensus Ekonomi 2026. Pengisian bareng ini tertuju bagi Usaha Jasa Pendidikan di bawah pembinaan KEMENAG bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Kaur.

Kepala BPS Kabupaten Kaur Antoni Pestaria mengatakan, Melalui kegiatan NGIBAR, peserta mendapatkan pendampingan dalam proses pengisian data usaha guna mendukung tersedianya data Sensus Ekonomi 2026 yang akurat, lengkap, dan berkualitas. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar instansi dalam mendukung penyediaan data statistik yang valid sebagai dasar perencanaan dan pembangunan daerah.

Kegiatan Ngisi Bareng (NGIBAR) Sensus Ekonomi 2026 yang diinisiasi oleh BPS bersama Kementerian Agama Kabupaten Kaur menyasar satuan pendidikan keagamaan di daerah tersebut. Acara ini berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh para pengelola maupun operator lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama setempat. Jumat, 22 Mei 2026.

Antoni mengapresiasi tinggi atas partisipasi aktif dari seluruh pihak yang hadir. Ia menekankan bahwa keakuratan data dari sektor jasa pendidikan merupakan salah satu kunci suksesnya pemetaan ekonomi daerah.

"Proses pengisian data tersebut mencakup berbagai indikator penting terkait operasional dan kondisi finansial setiap unit usaha. Informasi yang terkumpul nantinya akan mencakup jumlah tenaga kerja, biaya operasional, hingga nilai produksi di sektor jasa pendidikan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....