Anjloknya Harga TBS Pemprov Bengkulu Ingatkan Masyarakat Bersabar
- 25 Mei 2026 06:05 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan – Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu. Melalui Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, masyarakat diminta untuk tetap bersabar karena pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik.
Hal tersebut disampaikan Raden Ahmad Denni saat menghadiri rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kaur, kemarin Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus melakukan langkah-langkah strategis guna mendorong kenaikan harga TBS.
"Dengan harga TBS saat ini kami mengingatkan masyarakat untuk bersabar pemrintah tidak berdiam diri untuk meningkatkan harga TBS. Dan terus berupaya mencarikan solusi," ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan Raden Ahmad Denni Wakil Gubernur Bengkulu telah memimpin rapat bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat provinsi, serta melibatkan kepala dinas pertanian kabupaten/kota. Pertemuan tersebut difokuskan untuk merumuskan solusi konkret dalam mengatasi penurunan harga TBS yang berdampak luas bagi masyarakat, khususnya petani sawit.
"Selain itu, Pemprov Bengkulu juga akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Dalam waktu dekat, Wakil Gubernur Bengkulu dijadwalkanakan bertemu dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk membahas kondisi harga TBS yang saat ini menjadi persoalan besar di daerah," ujarnya.
Upaya tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan harga TBS sehingga kondisi pasar kembali stabil dalam waktu dekat.
"Kita akan terus beripaya tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Melalui koordinasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, kondisi harga TBS dapat segera membaik sehingga kesejahteraan petani sawit di Bengkulu dapat kembali meningkat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....