Rapor Hijau Bapenda Bengkulu Selatan, PAD 2025 Lebihi Target

  • 20 Mei 2026 21:50 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkulu Selatan mencatatkan rapor hijau setelah sukses melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025 lalu, Rabu 20 Mei 2026. Realisasi pendapatan daerah tercatat menembus angka Rp30,6 miliar dari target yang dipatok sebesar Rp23,5 miliar, atau mengalami surplus signifikan hingga 30 persen dengan kelebihan mencapai Rp7,1 miliar.

Penyumbang pundi-pundi daerah terbesar pada tahun lalu didominasi oleh sektor opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Menyusul capaian positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan percaya diri menaikkan target PAD tahun 2026 menjadi Rp36 miliar, di mana pada triwulan pertama tahun ini performa pendapatan sudah menunjukkan tren positif dengan mengantongi Rp9 miliar.

Dikatakan Kepala Bapenda Bengkulu Selatan Dr. Edwin Permana kendati sukses mencatatkan surplus besar, manajemen fiskal daerah mengakui masih terdapat sejumlah sektor potensial yang belum tergarap secara optimal dan bocor secara administratif. Untuk menutup celah tersebut sekaligus mengejar target baru yang lebih tinggi, Bapenda telah merumuskan tiga strategi mutakhir yang mulai diimplementasikan secara masif pada tahun ini.

“Evaluasi ketat telah kami lakukan terhadap seluruh OPD pengampu sejak April lalu untuk memetakan kembali potensi yang ada. Fokus utama kami sekarang adalah melakukan optimalisasi pajak dan retribusi agar seluruh instrumen pendapatan yang kita miliki benar-benar bisa dimaksimalkan demi penguatan struktur APBD,” tegas Edwin Permana.

Dijelaskan Edwin senjata utama yang mulai dijalankan adalah penegakan regulasi Pajak Air Permukaan (PAP) dengan memasang alat pengukur (water meter) yang bekerja sama langsung dengan pihak PDAM. Sektor ini akan menyasar seluruh lini usaha yang memanfaatkan air tanah dan permukaan dalam skala komersial, mulai dari jasa pencucian kendaraan hingga perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Bengkulu Selatan.

Langkah digitalisasi juga diperkuat melalui pemasangan alat perekam transaksi otomatis berupa tapping box di sejumlah rumah makan, hotel, dan tempat hiburan dengan menggandeng Bank Bengkulu. Penggunaan teknologi ini memastikan setiap struk pembayaran dari konsumen akan langsung tercatat secara transparan ke sistem daerah, tanpa merugikan pelaku usaha maupun membebani pembeli.

Melalui penguatan instrumen pajak modern dan optimalisasi retribusi pada setiap OPD pengampu, pemerintah daerah optimis kemandirian fiskal Bengkulu Selatan akan semakin kokoh. Peningkatan PAD ini secara otomatis akan memperkuat postur anggaran daerah untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas lampu penerangan, hingga peningkatan mutu pelayanan publik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kucuran dana dari pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....