Cegah Radikalisme, Pemkab Kaur Sinergi Bersama Satgaswil Densus 88 Antiteror

  • 20 Mei 2026 18:34 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Pemerintah Kabupaten Kaur mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan memperkuat langkah pencegahan terhadap paham radikalisme, ekstremisme, dan aksi terorisme, Rabu 20 Mei 2026. Upaya strategis ini dilakukan melalui kolaborasi intensif bersama Satuan Gugus Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Antiteror Polri guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.

Sinergi ini merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Pemerintah daerah menyadari bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan kewaspadaan tinggi terhadap segala bentuk propaganda yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Dikatakan Kepala Kesbangpol Kaur Usadi Dinata, dalam kunjungan kerja tim Satgaswil Densus 88 ke Kabupaten Kaur baru-baru ini, dibahas berbagai rencana aksi untuk membentengi warga dari pengaruh paham intoleran. Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga menyentuh struktur pemerintahan hingga ke tingkat yang paling bawah.

“Pemkab Kaur menyatakan kesiapan penuh dalam melakukan penanganan soal terorisme dengan berkolaborasi bersama Densus 88. Untuk rencana aksinya, kita akan menggaet berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen warga Kaur itu sendiri agar daerah kita tetap aman," kata Usadi.

Usadi menjelaskan bahwa ancaman ekstremisme merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan aktif dari tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Edukasi mengenai bahaya radikalisme dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk menangkal penyebaran ideologi yang merusak tatanan sosial di wilayah perbatasan.

Penguatan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme akan terus digalakkan melalui berbagai forum diskusi serta kegiatan kemasyarakatan. Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin negatif yang sering kali menyasar kelompok rentan atau masyarakat di wilayah pelosok.

Usadi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kaur berharap kolaborasi berkelanjutan ini dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan toleran antar umat beragama. Dengan terjaganya kerukunan, fokus pembangunan daerah dapat berjalan maksimal tanpa gangguan dari ancaman terorisme maupun paham radikal yang dapat menghambat kemajuan Kabupaten Kaur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....