Sungai Manjau Kembali Telan Korban, DPRD Kaur Minta Pemda Kaur Turun Tangan
- 18 Mei 2026 21:25 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Sepanjang bulan Mei 2026, tercatat sudah dua warga Desa Sukaraja Raja Kecamatan Tetap meninggal dunia akibat terbawa arus di Sungai Manjau / pertemuan air laut dengan air tawar. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di lokasi yang sama dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Menyikapi kejadian tersebut, Ketua Komisi 1 DPRD Kaur Firjan Eka Budi, AP, meminta Pemerintah Kabupaten Kaur melalui BPBD untuk segera mengambil langkah penanggulangan. Ia menilai kondisi arus Sungai Manjau yang deras perlu penanganan cepat agar tidak kembali memakan korban jiwa.
Hal tersebut disampaikan Firjan di akhir rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian laporan rekomendasi DPRD terhadap laporan keterangan pertanggung jawaban Kepala Daerah Kabupaten Kaur tahuh 2025. Digelar di ruang rapat DPRD Senin, 18 Mei 2026.
"Akibat derasnya arus air di Sungai / air manjau disebabkan aliran air yang tidak lancar menuju laut. Akibatnya, air meluap dan menciptakan arus kuat yang berbahaya bagi warga, khususnya di titik lokasi kejadian perkara (TKP)," ucapnya
Firjan juga mengungkapkan, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut memiliki kebiasaan memancing. Saat pulang, warga terpaksa harus menyeberangi sungai, sementara kondisi arus air cukup deras dan berisiko tinggi.
"Untuk itu, kami mengusulkan agar Pemkab Kaur menurunkan alat berat guna melakukan normalisasi aliran sungai. Salah satunya dengan membuka atau mematahkan hambatan aliran air agar dapat mengalir lancar menuju laut," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan tersebut. Jangan sampai ke depan lokasi yang sama kembali menelan korban jiwa akibat belum adanya penanganan yang maksimal.
"Dengan langkah tersebut, diharapkan debit dan arus air di Sungai Manjau dapat berkurang sehingga lebih aman dilalui masyarakat. Upaya ini dinilai penting sebagai bentuk pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....