Meringit, Salah Satu Seni Tutur Tradisional yang Masih Lestari di Kaur
- 17 Mei 2026 19:55 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Salah satu seni budaya di Kabupaten Kaur yang masih lestari adalah seni tutur tradisional Meringit. Meskipun di era modern ini kurang diminati oleh anak muda, namun kesenian warisan leluhur ini pernah menjadi primadona pada masa lampau.
Secara umum, Ringit memiliki ciri-ciri penyampaian secara lisan dari mulut ke mulut dan pengarangnya tidak diketahui atau anonim. Namun, liriknya selalu disesuaikan dengan situasi dan perkembangan zaman.
Lirik Ringit biasanya berupa pantun yang bersajak AB-AB dan berisi curahan hati, nasihat, atau petuah agama. Syair tersebut dilantunkan dengan irama khas Meringit yang umumnya diiringi gitar tunggal.
Sebagai warisan leluhur Suku Besemah, kesenian Meringit telah berhasil dipatenkan sebagai seni tutur tradisional milik Kabupaten Kaur. Selain itu, Meringit juga telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Kabupaten Kaur.
Seni tutur Meringit sangat populer pada masa lampau dan menjadi seni primadona pada era 1960-an hingga 1980-an. Pada masa itu, Ringit digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Suku Besemah dan sering ditampilkan dalam berbagai acara spesial.
Seperti dituturkan oleh Yurida, salah seorang seniman sepuh dari Padang Guci, dahulu seni Meringit sangat ramai ditembangkan oleh masyarakat. Bahkan, ungkapan perasaan hingga balas pantun saat masa pacaran kerap disampaikan melalui irama Meringit.
“Meringit biasanya merupakan ungkapan perasaan, senang, sedih bahkan nasehat keagamaan bisa dituangkan dalam seni meringit ini," jelas Yurida.
Seiring perkembangan zaman, kesenian Meringit mulai tergerus di tengah gempuran seni modern. Kesenian ini kini hanya diwarisi oleh segelintir seniman yang tetap berupaya melestarikan warisan budaya leluhur tersebut.
Lipi Kinal, seorang seniman sekaligus konten kreator yang turut berupaya melestarikan kesenian ini lewat konten media sosial. Ia mengatakan, konten mereka yang fokus pada seni meringit cukup berhasil menarik minat masyarakat untuk kembali menggemari ringit di era modern ini. “Alhamdulillah itu konten ringit di media sosial kami cukup mendapat respon. Terbukti dari banyaknya viewers yang berkunjung pada konten kami,” tutur Lipi.
Menurut Lipi, Masyarakat bisa turut berperan serta melestarikan kesenian meringit ini. Karena dengan dukungan veiwers dan folowers, membuat kami seniman ringit jadi lebih bersemnagat mengembangkan kesenian ini melalui konten Medis sosial kami,” tutur Lipi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....