Aksi May Day Bengkulu Melawan, Mahasiswa Sampaikan Tuntutan Kesejahteraan Buruh

  • 04 Mei 2026 20:26 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi May Day Bengkulu Melawan berlangsung di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, 4 Mei 2026sore. Sekitar 65 massa dari berbagai organisasi mahasiswa turun menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan buruh.

Aksi ini dikoordinatori oleh Mohamad Hasbi Alfitro yang juga bertindak sebagai penanggung jawab lapangan. Massa berasal dari sejumlah organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), serta Forum Mahasiswa Silampari.

Sebelum bergerak ke lokasi aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di halaman Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu. Selanjutnya, mereka berjalan menuju Kantor Gubernur dengan membawa spanduk, bendera organisasi, serta perangkat pengeras suara.

Dalam orasinya, perwakilan HMI Bengkulu menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan atas hak-hak buruh. “Aksi kami di sini dalam rangka memperjuangkan hak-hak buruh dan menagih janji pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan GMNI Bengkulu yang meminta pemerintah daerah membuka ruang dialog. “Kami ingin Gubernur Bengkulu menemui kami dan berdialog langsung terkait persoalan kesejahteraan buruh yang hingga kini masih menjadi perhatian,” kata Raditya dalam orasinya.

Perwakilan GMKI Bengkulu juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan berlangsung damai dan bertujuan menyampaikan aspirasi. “Kami hadir untuk menyampaikan tuntutan, bukan untuk melakukan tindakan anarkis, sehingga kami berharap aspirasi ini didengar dengan baik,” ungkapnya.

Dalam tuntutannya, massa aksi juga meminta pemerintah memperluas cakupan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal. Selain itu, mereka mendesak adanya regulasi tegas terhadap perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial tersebut.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban sebagai bentuk simbolik protes, sebelum akhirnya perwakilan massa diterima untuk melakukan audiensi di dalam Kantor Gubernur. Hearing tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu bersama sejumlah pejabat terkait.

Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa. “Kami siap menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, serta akan melaporkannya kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator lapangan aksi menyoroti minimnya kehadiran pimpinan daerah dalam setiap aksi. “Kami meminta adanya keterbukaan dan kehadiran langsung dari Gubernur untuk berdialog, karena ini menyangkut kepentingan buruh, bukan sekadar seremonial,” kata Hasbi.

Setelah audiensi berlangsung, massa aksi menyatakan sikap dan memilih walkout dari ruang pertemuan. Mereka kemudian membacakan tuntutan yang mencakup penyediaan lapangan kerja, revisi kebijakan pengupahan, hingga perlindungan bagi pekerja sektor informal.

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.45 WIB dengan situasi tetap aman dan kondusif. Aparat keamanan turut mengawal jalannya kegiatan sehingga tidak terjadi gangguan ketertiban selama aksi berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....