Satgas Koramil Kaur Utara Goro Bangun Jembatan Perintis

  • 28 Apr 2026 20:49 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Kekompakan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pelajaran Dua, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, terus membuahkan hasil yang membanggakan. Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, Senin 27 April 2026.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Wujud Nyata Sinergi TNI, Pemerintah dan Masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari kerja sama solid antar personel Satgas yang tanpa kenal lelah terus bekerja di lapangan.

Setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan koordinasi yang baik, sehingga target pekerjaan dapat dicapai sesuai rencana. Danramil 408-02/KU Letnan Satu Inf Haryanto Aswadi menyampaikan bahwa capaian pembangunan saat ini merupakan hasil dari kekompakan dan dedikasi seluruh anggota Satgas serta dukungan masyarakat setempat.

“Kita melihat progres yang sangat signifikan di lapangan. Ini berkat kekompakan Satgas yang terus bekerja secara maksimal, serta sinergi yang terjalin dengan masyarakat. Setiap tahapan dapat dilalui dengan baik dan sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danramil menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian wilayah Desa Pelajaran Dua dan sekitarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para pekerja saat ini tengah fokus pada penyelesaian struktur atas dan penguatan fondasi jembatan. Cuaca yang cukup mendukung dalam beberapa hari terakhir sangat membantu mempercepat proses pengecoran dan pemasangan material utama.

Masyarakat setempat pun tampak antusias memberikan bantuan berupa penyediaan konsumsi dan tenaga tambahan secara sukarela bagi para personel di lapangan. Mereka berharap kehadiran jembatan permanen ini dapat memutus keterisolasian yang selama ini menghambat pengangkutan hasil pertanian warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....