Kurangnya Pasokan Air Sebabkan Hamparan Sawan Danau di Kaur Utara Beralih Fungsi

  • 28 Apr 2026 20:00 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur melalui Dinas Pertanian mengimbau para petani agar tidak mengalihfungsikan lahan sawah, baik yang masih produktif maupun bekas sawah, menjadi perkebunan kelapa sawit. Langkah ini diambil untuk menjaga luas lahan persawahan agar tidak terus menyusut serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diikuti oleh para petani di lapangan. Puluhan petani di hamparan sawah Danau Talang Sembilan, Kecamatan Kaur Utara, tetap mengalihfungsikan puluhan hektare sawah menjadi kebun sawit.

Salah satu penyebab utama alih fungsi lahan ini adalah kekurangan pasokan air. Kondisi tersebut membuat lahan sawah sulit untuk digarap secara optimal sepanjang tahun.

Para petani beralasan bahwa perubahan fungsi lahan dilakukan agar tetap produktif dan menghasilkan. Mereka khawatir jika tetap mempertahankan sawah, hasil yang diperoleh tidak maksimal akibat keterbatasan air.

Berbeda dengan kondisi di masa lalu, pasokan air untuk mengairi sawah dulunya cukup melimpah. Kini, ketersediaan air semakin berkurang, terutama saat memasuki musim kemarau.

Toyo, salah seorang petani yang memiliki lahan di hamparan sawah Danau Talang Sembilan, mengaku terpaksa mengalihfungsikan sawahnya menjadi kebun sawit. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut dilakukan demi menjaga kestabilan penghasilan.

Menurutnya, jika tetap bertahan mengolah sawah, ada risiko lahan menjadi terbengkalai karena kekurangan air. Hal ini tentu berdampak pada penurunan pendapatan petani.

"Pasokan air yang mengaliri hamparan sawah Danau ini makin kurang, sehingga sering tak bisa digarap sawahnya karena kurang air. Kalau pasokan airnya mencukupi pastinya kami akan mempertahankan lahan kami agar tetap jadi sawah,” tutur Toyo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....