Petani di Kaur Harapkan Harga Jual Buah Pinang Tinggi agar Seimbang Biaya Produksi
- 28 Apr 2026 19:00 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Salah satu komoditas pertanian yang menjadi sumber penghasilan masyarakat Kaur adalah buah pinang. Meskipun berkebun pinang hanya menjadi penghasilan sampingan bagi sebagian petani, komoditas ini tetap memiliki peran penting.
Ketika harga pinang cukup tinggi, hasil penjualannya mampu membantu petani memperoleh tambahan pendapatan. Kondisi ini membuat pinang tetap diminati untuk dibudidayakan.
Sejak awal tahun 2026, harga buah pinang kering kembali mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, harga pinang sempat anjlok dalam kurun waktu yang cukup lama.
Belum lama ini, harga pinang berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Kenaikan tersebut disambut baik oleh para petani di Kaur.
Bira, salah seorang petani di area perkebunan SP 3 Muara Sahung, mengaku senang dengan kenaikan harga pinang ini. Menurutnya, ia menjual buah pinang kering dengan harga yang cukup memuaskan.
"Saya jual pinang kemarin 10.000 rupiah / kg. Lumayan lah jika dibandingkan harga tahun lalu lalu yang anjlok hingga menyentuh angka Rp.5000/ kg,”tutur Bira.
Bira menambahkan bahwa ia dan petani lainnya kembali bersemangat mengelola tanaman pinang di kebun mereka. Karena dengan kondisi harga buah pinang yang stabil di angka yang memuaskan.
" Ya , semangat lagi panen pinangnya, kalau harganya lumayan tinggi. Harapan kami petani harganya tetap stabil diatas 10.000 rupiah / kg. Agar hasil penjualan sebanding dengan biaya pengolahan dan biaya produksinya,” tutur Bira.
Menurut Bira, ketika harga anjlok, petani cenderung enggan memanen karena proses pengolahan cukup rumit. “Jika harga buah pinang rendah, maka pendapatan dari hasil penjualan tidak seimbang dengan proses pengolahannya,” kata Bira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....