Petani Berharap Harga Kopi Meningkat agar Seimbang Dengan Biaya Perawatan Kebun

  • 26 Apr 2026 19:03 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Turunnya harga kopi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan para petani di Sumbagsel. Harga kopi alami turun jika dibandingkan dengan musim tahun lalu yang sempat menembus Rp70.000 per kilogram.

Pada penghujung April 2026, harga kopi di tingkat petani tercatat berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp49.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai merosot dari rata-rata harga pada musim panen tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp50.000 ke atas.

Kondisi ini dibenarkan oleh Bu Linda, salah seorang petani kopi di Tanjung Sakti. Ia mengaku terakhir menjual hasil panennya pada minggu ketiga April 2026 dengan harga Rp 49.000 per kilogram di tingkat petani.

“Kemarin saya jual RP.49.000/kg. Harga Ini untuk harga dari petani langsung,” tutur Bu Linda saat berbincang di acara Karaoke Udara RRI Bintuhan. Kutipan tersebut menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi petani saat ini.

Di sela aktivitas menyanyi karaoke On line di RRI Bintuhan, Bu Linda menambahkan bahwa para petani berharap harga kopi naik di atas Rp50.000. Agar harga jual dapat seimbang dengan biaya produksi dan perawatan kebun yang terus meningkat.

Ia juga mengaku kesulitan memperoleh keuntungan jika harga jual kopi tetap rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya perawatan kebun, terutama untuk pembelian herbisida, pestisida, dan pupuk yang harganya terus melonjak.

Rendahnya harga kopi turut berdampak pada kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak. Menyikapi kondisi tersebut, sebagian petani memilih menyimpan kopi kering mereka sambil berharap harga kembali meningkat setidaknya di atas Rp50.000 per kilogram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....