Petani Kopi di Kaur Harapkan Harga Kopin Tidak Merosot

  • 17 Apr 2026 23:47 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Turunnya harga kopi dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan para petani di Kabupaten Kaur. Jika dibandingkan dengan musim tahun lalu yang sempat menembus Rp70.000 per kilogram, harga kopi pada musim panen tahun ini mengalami penurunan signifikan.

Pada pertengahan April 2026, harga kopi di tingkat petani tercatat berada di kisaran Rp47.000 per kilogram. Angka tersebut merosot jauh dari rata-rata harga sebelumnya yang berada di sekitar Rp50.000 per kilogram pada awal musim panen.

Kondisi ini dibenarkan oleh Fobby, salah seorang petani kopi di Kaur. Ia mengaku terakhir menjual hasil panennya pada minggu kedua April 2026 dengan harga Rp47.000 per kilogram di tingkat petani.

“Jika dibanding Musim tahun lalu merosot harga kopi. kemarin saya jual cuma RP.47.000/kg. Ini untuk harga dari petani langsung,” tutur Fobby.

Fobby menambahkan, dengan harga jual saat ini, petani kesulitan memperoleh keuntungan. Pasalnya, biaya perawatan kebun terus meningkat, terutama untuk pembelian pestisida dan pupuk yang harganya melonjak.

Anjloknya harga kopi juga berdampak pada kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan anak. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi kerugian yang lebih besar jika harga terus menurun.

“Kalau harga terus merosot dibawah angka 50 ribu cukup sulit untuk menyeimbangkan dengan biaya produksinya. Tapi karena penghasilan kami hanya dari kebun kopi, jadi mau tak mau harus tetap dijalani,” ujar Fobby.

Menyikapi situasi tersebut, sebagian petani memilih untuk menyimpan kopi kering mereka sementara waktu. Mereka berharap harga kopi dapat kembali meningkat setidaknya di atas Rp50.000 per kilogram agar sebanding dengan biaya produksi.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....