BPS Kaur Gelar Pelatihan Petugas Ground Check PBI

  • 02 Apr 2026 16:17 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur melaksanakan pelatihan petugas ground check PBI (Penerima Bantuan Iuran) tahap II. Pelatihan petugas ini diikuti oleh pekerja sosial masyarakat dan tagana muda, dari Dinas Sosial Kabupaten Kaur.

Pelatihan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Kaur serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaur sebagai bentuk sinergi antar instansi, dalam mendukung akurasi data penerima bantuan sosial. Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Kaur, Antoni Pestaria menyampaikan, pentingnya peran petugas ground check dalam memastikan validitas dan ketepatan sasaran data PBI, sehingga program bantuan dapat tersalurkan secara adil dan tepat.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas petugas dalam melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi teknis pelaksanaan ground check, penggunaan instrumen pendataan, serta tata cara pelaporan hasil kegiatan secara sistematis dan akuntabel.

“melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional, teliti, dan berintegritas. Dengan demikian, kualitas data yang dihasilkan semakin baik dan mampu mendukung perumusan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kaur.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaur, Sidarmin Tetap menegaskan hal yang sama. Para peserta pelatihan ini dapat menyerap ilmu supaya dapat menjalankan tugas dengan lancar dan tepat sesuai ketentuan. “Kedepan tidak ada lagi bantuan-bantuan ini tidak tepat sasaran karena kesalahan pendataan, karen asaudara perangkat desa, tidak ada lagi itu,” tegasnya.

Ground check PBI (Penerima Bantuan Iuran) BPJS Kesehatan tahun 2026 adalah verifikasi lapangan oleh BPS dan Kemensos untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menyasar 11 juta peserta yang sempat nonaktif. Proses ini berfokus pada validasi data ekonomi dan kelayakan, dengan tahap pertama (pasien kronis) selesai Maret dan tahap kedua (11 juta peserta) berlangsung April.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....