Potensi Blondo atau Tai Minyak Sebagai Bahan Pangan Fungsional
- 30 Mar 2026 14:04 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Blondo, yang dikenal juga sebagai tai minyak, galendo, atau taiminya, merupakan residu hasil sampingan dari proses pembuatan minyak kelapa, termasuk Virgin Coconut Oil (VCO). Meski kerap dianggap limbah, bahan ini justru memiliki kandungan protein tinggi dan lemak sehat yang bernilai gizi.
Kandungan tersebut menjadikan blondo sebagai salah satu bahan pangan fungsional yang mendapat perhatian. Di berbagai daerah, masyarakat memanfaatkannya sebagai sumber nutrisi alternatif yang mudah diperoleh.
Di sejumlah wilayah, blondo telah lama dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Pengolahannya beragam, mulai dari campuran masakan tradisional hingga dikonsumsi langsung sebagai camilan gurih.
Di Bengkulu, blondo dikenal luas sebagai bahan utama sambal khas yang disebut sambal tai minyak. Selain itu, blondo juga kerap disantap bersama nasi hangat karena cita rasanya yang khas.
Secara umum, masyarakat di Bengkulu dan wilayah Sumatera lainnya memandang blondo sebagai hasil sampingan dari produksi minyak kelapa yang bernilai ekonomi. Alih-alih dibuang, bahan ini diolah kembali menjadi makanan yang lezat dan bergizi.
Di daerah lain seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah, blondo diolah menjadi sambal blondo. Tidak hanya itu, blondo juga sering dimasak dengan tambahan kecap atau santan untuk menghasilkan variasi rasa.
Mengutip dari beberapa sumber, pemanfaatan blondo juga berkembang sebagai solusi pangan untuk mengatasi masalah gizi. Di Desa Teniga, Lombok Utara, masyarakat mengolah blondo yang dikenal sebagai tai lale menjadi cookies sebagai pangan tambahan untuk mencegah stunting pada balita.
Sementara itu, di sejumlah daerah lain, blondo mulai dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif. Berbagai olahan seperti biskuit, brownies, dan camilan berbasis blondo membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....