Pantai Way Hawang: Perpaduan Keindahan Alam Pantai dan Legenda yang Unik
- 25 Feb 2026 20:46 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Salah satu pantai yang menjadi tujuan wisata favorit di Kabupaten Kaur adalah Pantai Way Hawang. Pantai ini terletak di ujung provinsi Bengkulu, dekat dengan perbatasan Bengkulu - Lampung.
Pantai Way Hawang terkenal indah karena memiliki pasir putih dan lokasinya berada di teluk, sehingga airnya tenang dan bersih. Nama Way Hawang berasal dari Way artinya air dan Hawang artinya rawang/banjir.
Pantai Way Hawang berada di lokasi yang strategis dan mudah di jangkau. Jaraknya hanya sekitar 15 km di sebelah Timur Kota Bintuhan yang merupakan Ibu kota Kabupaten Kaur. Sesuai dengan namanya pantai ini berada di desa Wai Hawang Kecamatan Maje.
Lokasi Pantai Way Hawang tidak jauh dari Jalan lintas Barat Bengkulu - Lampung, membuat pantai ini sangat mudah diakses oleh pengunjung. Banyak para pengendara yang melintas di jalan lintas barat Sumatera menyempatkan diri mampir untuk menikmati pesona pantai Way Hawang.
Selain karena keindahan alamnya, pantai way hawang juga dikenal sebagai tempat wisata yang memiliki cerita legenda yang menarik. Di pantai ini terdapat fenomena alam berupa batu karang berbentuk jung atau perahu, oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Batu Jung. Adanya Batu Jung di pantai ini dikaitkan dengan cerita legenda yang menarik.
Tidak diketahui sejak kapan batu unik tersebut menghiasi pantai Way Hawang. Namun cerita legenda mengenai batu tersebut sudah beredar di masyarakat sejak zaman dahulu, yang diwariskan secara turun temurun. Menurut cerita legenda yang beredar di masyarakat, Batu jung tersebut berasal dari kapal / jung yang terdampar. Misteri keberadaan batu jung ini tersebut terungkap dari mitos berbau folklor alias cerita rakyat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ada dua versi cerita rakyat yang beredar mengenai asal usul batu jung ini. Pada versi pertama diceritakan, bahwa batu jung ini merupakan Kapal yang ditumpangi oleh malin kundang ( Cerita legenda di Sumatera Barat). Namun setelah Malin kundang terdampar di Pantai Manis Sumatera Barat, Kapalnya hanyut di hantam badai, hingga terdampar di Pantai Way Hawang.
Dalam versi kedua diceritakan, dahulu ada seorang saudagar kaya yang membawa perahu dan berlabuh di pantai Way Hawang. Saat berada di tepi pantai, ada seseorang yang menghampiri dan meminta sesuatu kepada saudagar tersebut. Namun karena pelit Saudagar tersebut tidak mengabulkan permintaan dari orang yang ternyata Serunting Sakti atau Si Pahit Lidah. Karena tersinggung, Si Pahit Lidah lalu mengutuk perahu saudagar sehingga berubah jadi batu karang.
Nah, jika anda penasaran dengan pesona keindahan pantai way Hawang, dan ingin menyaksikan Batu Jung Yang Kokoh, Yuk Berkunjung ke Pantai Way Hawang. Nikmati sensasi wisata alam sambil relaksasi menikmati suasana alam yang masih asli dan segar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....