Mengenal Tradisi Blangikhan di Lampung

  • 20 Feb 2026 09:25 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan : Kalau anda pernah pergi ke Lampung, ada satu tradisi yang aharus anda ketahui. Yaitu tradisi Blangikhan atau turun mandi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Tradisi Blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui Blangikhan, masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar. Blangikhan adalah sebuah prosesi adat yang dimiliki oleh masyarakat Provinsi Lampung untuk menyambut Bulan Ramadhan.

Prosesi ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu untuk menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah tersebut. Blangikhan merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Lampung yang dilakukan untuk menyucikan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ritual ini bertujuan agar setiap warga dapat menyucikan jiwa dan raganya agar tidak mengotori bulan yang penuh dengan kesucian dan keberkahan.

Tradisi Blangikhan, atau yang juga dikenal sebagai Blangiran, merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung berupa ritual penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Prosesi ini dilakukan melalui penyiraman diri menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin.

Dilandasi nilai-nilai spiritual yang kuat, tradisi ini mengajak masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta menata diri dalam menyambut ibadah Ramadan. Pelaksanaan yang berlangsung secara turun-temurun ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....