PGRI Kaur Keberatan Wacana Pemotongan Zakat Oleh Baznas
- 29 Jan 2026 09:48 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Perihal wacana pemotongan zakat 2,5 % bagi para guru ASN di Kabupaten Kaur sepertinya belum menemukan titik terang, pasalnya dari ketentuan yang ada para guru masih merasa keberatan.
Menurut Ketua PGRI Kaur Sarnopensi , keberatan ini dikarenakan penghasilan dari para guru kebanyakan belum sampai kepada nisab dan haulnya. Dari keseluruhan aspirasi para guru belum menyetujui pemotongan zakat yang dengan ketentuan 2,5 persen tersebut. Para guru justru lebih setuju pemotongan zakat ini dialihkan kepada infaq dan Sadaqoh. Untuk itu pihaknya berharap kepada Baznas dan pemerintah daerah untuk kembali duduk bersama membahas permasalahan ini jangan sampai terjadi adanya gejolak.
“kami pihak guru masih merasa keberatan, karena kami sudah juga berkoordinasi bersama para pemuka agama khususnya ustad menanyakan masalah ketentuan zakat ini, dan kalaupun ini dipaksakan ada ketidak ikhlasan dari para guru nantinya. Ayo kita duduk bersama kembali membahas masalah ini,” Ucapnya.
Ditambahkan Sarnopensi, Baznas hendaknya bisa memaparkan secara detail program yang sedang ingin mereka laksanakan dengan memotong penghasilan para guru dengan dalih zakat sebesar 2,5 % tersebut. Pemerintah daerah melalui pimpinan hendaknya mengambil tindakan bijak mengenai masalah ini jangan sampai menurut Sarnopensi, tujuan baik untuk membangun daerah malah membuat ketidak baikkan bagi orang lain.
Sarnopensi meminta Baznas untuk bisa mensosialisasikan terlebih dahulu jangan secara tiba-tiba ingin memotong zakat para guru, dengan banyak membuka ruang diskusi bagi kedua belah pihak. Mesti hal ini sudah ada surat edaran dari bupati tapi tidak bersifat mengikat. Karena dalam surat edaran tersebut tidak hanya membicarakan zakat saja tapi infaq dan juga sadaqoh.
“Kami para guru mengerti adanya kewajiban kami membayar zakat selaku orang muslim, ada juga besaran zakat 2,5% kami paham, tapi ini ada aturannya. Nisabnya berapa, haulnya berapa, diambil dari apa Emas kah, hasil pertanian kah, ini juga harus jelas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....