6 Resiko Konsumsi Permen Secara Terus-menerus.

  • 22 Jan 2026 09:58 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Mengonsumsi permen sesekali memang menyenangkan, namun menjadikannya kebiasaan rutin dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Permen pada dasarnya adalah kalori kosong, artinya mereka memberikan energi (gula) yang tinggi tanpa disertai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, atau serat.

Dikutip dari beberapa artikel kesehatan Berikut adalah ulasan lengkap mengenai bahaya konsumsi permen secara terus-menerus dalam jangka waktu lama:

1. Kerusakan Gigi dan Mulut

Ini adalah dampak yang paling cepat terlihat. Gula adalah makanan utama bagi bakteri Streptococcus mutans di dalam mulut.

> Erosi Email Gigi: Bakteri memproses gula menjadi asam yang mengikis lapisan pelindung gigi.

> Karies (Gigi Berlubang): Paparan gula yang terus-menerus menciptakan lingkungan asam yang menetap, menyebabkan lubang permanen pada gigi.

>Penyakit Gusi: Penumpukan pla akibat gula dapat menyebabkan radang gusi (gingivitis).

2. Risiko Diabetes Tipe 2

Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang mengganggu kerja hormon insulin.

> Resistensi Insulin: Tubuh dipaksa memproduksi insulin terus-menerus untuk menurunkan kadar gula darah. Lama-kelamaan, sel tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin.

> Lonjakan Glukosa: Ketidakmampuan tubuh mengelola gula darah ini merupakan jalur utama menuju penyakit Diabetes Melitus.

3. Obesitas dan Lemak Perut

Permen mengandung fruktosa dan glukosa dalam jumlah tinggi.

> Penyimpanan Lemak: Fruktosa yang berlebihan diproses di hati dan sering kali diubah menjadi lemak tubuh.

> Gangguan Hormon Lapar: Gula dapat mengganggu hormon leptin (hormon kenyang), sehingga Anda cenderung ingin makan terus meskipun sudah mendapatkan kalori yang cukup.

4. Masalah Jantung dan Pembuluh Darah

Banyak yang mengira hanya lemak yang berbahaya bagi jantung, padahal gula adalah musuh tersembunyi.

> Trigliserida Tinggi: Gula berlebih meningkatkan kadar lemak dalam darah.

> Tekanan Darah Tinggi: Konsumsi gula tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan sistemik, yang merupakan faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.

5. Perlemakan Hati Non-Alkohol.

Berbeda dengan glukosa yang bisa digunakan oleh seluruh sel tubuh, fruktosa (pemanis utama di banyak permen) hanya bisa diolah oleh hati. Jika hati "kebanjiran" fruktosa secara terus-menerus, ia akan mengubahnya menjadi lemak yang menumpuk di sel hati, menyebabkan peradangan.

6. Dampak pada Kesehatan Mental dan Energi

> Sugar Crash: Setelah lonjakan energi singkat (sugar high), kadar gula darah akan merosot tajam, menyebabkan kelelahan, kantuk, dan perubahan suasana hati (mood swings).

> Kecanduan: Gula memicu pelepasan dopamine di otak, yang menciptakan efek candu. Semakin sering dikonsumsi, semakin tinggi toleransi Anda, sehingga Anda membutuhkan lebih banyak permen untuk merasa puas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....