Kitab Taurat dalam Pandangan Islam

  • 29 Des 2025 18:21 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan:Dalam ajaran Islam, Kitab Taurat diyakini sebagai salah satu kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa AS. Keimanan terhadap kitab-kitab Allah, termasuk Taurat, merupakan bagian dari rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Hal ini menegaskan bahwa Islam menghormati dan mengakui keberadaan Taurat sebagai wahyu Ilahi sebelum diturunkannya Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya ada petunjuk dan cahaya…”

(QS. Al-Ma’idah: 44)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Taurat pada asalnya merupakan kitab yang membawa petunjuk dan cahaya bagi Bani Israil. Taurat berisi hukum-hukum Allah, ajaran tauhid, serta pedoman kehidupan yang ditujukan kepada kaum Nabi Musa AS pada masanya.

Namun demikian, Islam juga mengajarkan bahwa teks Taurat yang ada saat ini tidak lagi sepenuhnya murni seperti saat pertama kali diturunkan. Al-Qur’an menjelaskan adanya penyimpangan dan perubahan (tahrif) yang dilakukan oleh sebagian Bani Israil terhadap isi kitab tersebut, baik dari segi lafaz maupun makna.

Allah SWT berfirman:

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu berkata: ‘Ini dari Allah’…”

(QS. Al-Baqarah: 79)

Selain itu, Allah juga berfirman:

“Mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…”

(QS. An-Nisa: 46)

Ayat-ayat ini menjadi dasar keyakinan umat Islam bahwa Taurat yang beredar saat ini telah mengalami perubahan sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan wahyu asli dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam tidak menjadikan Taurat sebagai sumber hukum, melainkan Al-Qur’an sebagai penyempurna dan penutup seluruh kitab suci sebelumnya.

Al-Qur’an sendiri berfungsi sebagai muhaymin (pembenar sekaligus pengawas) terhadap kitab-kitab terdahulu. Allah SWT berfirman:

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan sebagai penjaga terhadap kitab-kitab itu.”

(QS. Al-Ma’idah: 48)

Meski demikian, Islam tetap mengajarkan sikap adil dan bijak dalam menyikapi isi Taurat. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, tetapi katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi pedoman bahwa umat Islam tidak sepenuhnya membenarkan maupun menolak isi Taurat yang ada saat ini, kecuali jika isinya sesuai atau bertentangan secara jelas dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Dengan demikian, dalam pandangan Islam, Kitab Taurat adalah wahyu Allah yang mulia pada masanya, diturunkan kepada Nabi Musa AS sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Namun, Al-Qur’an menjadi kitab terakhir, paling sempurna, dan berlaku universal bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

Sumber Rujukan

Al-Qur’anul Karim

QS. Al-Ma’idah: 44 dan 48

QS. Al-Baqarah: 79

QS. An-Nisa: 46

Hadis Shahih Riwayat Bukhari

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Al-Qurthubi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....