Siapa Syekh Abdul Qadir Jaelani?

  • 18 Nov 2025 23:32 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan:Syekh Abdul Qadir Jaelani (471–561 H / 1078–1166 M) adalah seorang ulama besar, ahli fikih, dan sufi terkemuka dalam dunia Islam. Ia dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah, salah satu tarekat sufi tertua dan paling luas pengaruhnya di dunia.

Asal-usul dan Kehidupan Awal:

Lahir di kawasan Jilan (Gilan), Persia (Iran sekarang).

Mempunyai garis keturunan dari Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, sehingga dianggap sebagai sayyid (keturunan Rasulullah SAW).

Di usia muda, beliau berangkat ke Baghdad, pusat ilmu Islam pada masa itu, untuk belajar fikih, hadis, dan tasawuf.

Di Baghdad, Syekh Abdul Qadir Jaelani dikenal sebagai:

1. Ulama Fikih

Mempelajari fikih mazhab Hanbali secara mendalam.

Memiliki otoritas dalam fatwa dan menjadi rujukan masyarakat Baghdad.

2. Ahli Hadis

Mengajarkan dan meriwayatkan hadis-hadis dengan sanad yang kuat.

Banyak murid menghadiri majelisnya yang terkenal sangat luas dan padat.

3. Tokoh Sufi Besar

Dikenal sebagai sosok yang mengajarkan tasawuf yang berlandaskan syariat.

Menggabungkan kedalaman spiritual dengan ketegasan dalam hukum Islam.

Tarekat Qadiriyah

Tarekat ini:

Merupakan salah satu tarekat paling berpengaruh di dunia Islam.

Menekankan zikir, kesederhanaan, ketakwaan, dan akhlak mulia.

Menyebar ke berbagai wilayah: Timur Tengah, Afrika, Turki, Asia Selatan, hingga Nusantara (termasuk Indonesia).

Karomah dan Julukan:

Syekh Abdul Qadir Jaelani dikenal luas karena karomahnya, sehingga diberi gelar:

Al-Ghawts al-A‘ẓham — “Sang Penolong Agung”

Sulṭān al-Awliyā’ — “Raja para Wali”

Karomah beliau banyak diceritakan dalam literatur sufistik, namun para ulama menekankan bahwa fokusnya adalah ketakwaan dan keilmuannya.

Karya-karya Terkenal:

Beberapa kitab yang dikaitkan dengan beliau:

Al-Fath ar-Rabbani

Futuh al-Ghaib

Jala’ al-Khawāṭir

Sirr al-Asrār

Kitab-kitab ini berisi nasihat spiritual, akhlak, dan tuntunan tasawuf.

Wafat:

Beliau wafat pada 561 H / 1166 M di Baghdad dan makamnya menjadi tempat ziarah banyak pencari ilmu dan peziarah dari seluruh dunia.

Pengaruh di Nusantara

Di Indonesia, Syekh Abdul Qadir Jaelani sangat dihormati:

Banyak pesantren mengajarkan kitab-kitab beliau.

Tradisi pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani sangat populer, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Tarekat Qadiriyah berkembang dan berbaur dengan tradisi Indonesia, seperti Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....