Beberapa Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Selulitis
- 24 Jul 2025 08:38 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Selulitis disebabkan oleh infeksi bakteri, paling sering bakteri Streptococcus dan Staphylococcus.
Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui celah atau luka pada kulit, yang bisa sekecil lecet atau gigitan serangga. Luka ini bisa berupa luka terbuka, luka gores, luka operasi, gigitan hewan, atau bahkan kulit yang kering dan pecah-pecah .
Beberapa faktor meningkatkan risiko terkena selulitis, termasuk:
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi seperti diabetes, leukemia, dan HIV/AIDS dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. Obat-obatan tertentu juga dapat memiliki efek yang sama .
- Kondisi kulit: Kondisi kulit seperti eksim (dermatitis atopik), kaki atlet, dan herpes zoster dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, yang memberikan jalan masuk bagi bakteri .
- Pembekuan darah: Meskipun tidak secara langsung menyebabkan selulitis, kondisi seperti limfedema (pembengkakan kronis pada lengan atau kaki) dapat meningkatkan risiko.
- Riwayat selulitis: Seseorang yang pernah mengalami selulitis sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali .
- Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terkena selulitis .
Penting untuk diingat bahwa selulitis bukanlah kondisi yang menular dari orang ke orang. Namun, infeksi itu sendiri dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah jika tidak diobati dengan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....