Dulu Barang Mewah, Kini Es Batu Jadi Kebutuhan

  • 30 Mei 2025 15:02 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan : Es batu yang kini mudah ditemui di warung, rumah makan, hingga rumah tangga ternyata memiliki sejarah panjang dan menarik. Sebelum teknologi pendingin ditemukan, es batu merupakan barang mewah yang hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan dan kaum elit.

Catatan sejarah menunjukkan, sejak ribuan tahun lalu masyarakat di Tiongkok dan Persia telah menyimpan es alami dari musim dingin di dalam ruang bawah tanah untuk digunakan saat musim panas. Di Persia, struktur penyimpanan es disebut “yakhchal”, yang bentuknya menyerupai kubah besar dan berfungsi menjaga suhu es tetap rendah.

Pada abad ke-19, es batu mulai menjadi komoditas global. Seorang pengusaha asal Amerika Serikat, Frederic Tudor, mendapat julukan "Raja Es" karena sukses mengekspor es dari danau-danau beku di kawasan New England ke negara-negara tropis seperti India, Kuba, dan Brasil. Es dibungkus menggunakan serbuk gergaji untuk mencegahnya mencair selama perjalanan panjang dengan kapal.

Tonggak penting dalam sejarah es terjadi saat penemuan mesin pembuat es oleh John Gorrie, seorang dokter dari Florida, pada tahun 1840-an. Mesin ini awalnya dibuat untuk mendinginkan ruangan bagi pasien yang menderita demam tropis. Penemuan tersebut membuka jalan bagi pengembangan teknologi lemari es dan freezer di masa depan.

Masuknya es batu ke Indonesia diperkirakan terjadi pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, es diimpor dalam bentuk balok besar dari Belanda dan Australia, lalu digunakan di hotel dan rumah pejabat kolonial. Es menjadi simbol gaya hidup modern dan mewah.

Memasuki abad ke-20, penggunaan es batu meluas seiring berkembangnya teknologi pendingin rumah tangga. Kini, es batu tidak hanya digunakan untuk mendinginkan minuman, tetapi juga dalam industri kuliner, medis, hingga kecantikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....