Mengenal Kisah Penciptaan Lagu Indonesia Raya

  • 28 Apr 2025 16:31 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Nama lengkap Wage Rudolf Soepratman (sering disingkat W.R. Soepratman)

Lahir: 9 Maret 1903, di Somongari, Purworejo, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)

Wafat: 17 Agustus 1938, di Surabaya

Profil Singkat:

W.R. Soepratman adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ia berasal dari keluarga sederhana dan mendapatkan pendidikan di berbagai tempat, termasuk di Makassar. Bakat musiknya berkembang sejak kecil — ia mahir bermain biola dan juga tertarik pada dunia jurnalisme.

Pada tahun 1928, saat peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda, lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan. Lagu itu menjadi simbol perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Karena muatan nasionalismenya yang kuat, lagu ini sempat dilarang oleh pemerintah kolonial.

Fakta Menarik:

Soepratman bukan hanya musisi, tapi juga seorang guru dan wartawan.

Ia menulis lagu Indonesia Raya dengan semangat mengobarkan nasionalisme, jauh sebelum Indonesia merdeka.

W.R. Soepratman wafat pada usia muda, sebelum sempat menyaksikan kemerdekaan Indonesia yang ia perjuangkan lewat musik.

Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1971

Kisah penciptaan Lagu Indonesia Raya:

Pada pertengahan 1920-an, W.R. Soepratman yang saat itu berprofesi sebagai wartawan di Makassar mulai merasa bahwa bangsa Indonesia butuh identitas dan semangat persatuan yang kuat. Ia sering membaca berita-berita tentang pergerakan nasional di Jawa dan mulai terinspirasi untuk berkontribusi lewat bakat yang ia miliki: musik.

Pada tahun 1927, di Bandung, saat mengikuti Kongres Pemuda Pertama, Soepratman mendapat dorongan lebih kuat untuk membuat lagu kebangsaan. Ia kemudian menciptakan lagu berjudul Indonesia Raya — sebuah lagu yang mewakili tekad dan harapan rakyat Indonesia untuk merdeka.

Ketika Kongres Pemuda Kedua berlangsung pada 28 Oktober 1928 (hari Sumpah Pemuda), Soepratman memainkan Indonesia Raya di depan para peserta kongres. Ia memainkannya dengan biola, tanpa lirik dinyanyikan, karena situasi politik saat itu sangat sensitif — lagu bertema kemerdekaan bisa membuat mereka ditangkap Belanda.

Mendengar lagu itu, para pemuda dari berbagai daerah merasa tergetar. Lagu tersebut langsung dianggap sebagai "lagu kebangsaan" yang mewakili seluruh cita-cita perjuangan.

Tapi...

Karena Indonesia Raya sangat berani menyerukan kebebasan, pemerintah kolonial Belanda langsung melarang penyebaran lagu ini. Mereka bahkan menggeledah dan menyita piringan hitam (rekaman) yang sempat diproduksi.

Walau dilarang, lagu ini tetap dinyanyikan secara sembunyi-sembunyi di berbagai acara pergerakan. Sampai akhirnya, setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia Raya resmi ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Kesimpulannya:

Indonesia Raya bukan sekadar lagu tapi ia adalah api semangat persatuan dan kemerdekaan. W.R. Soepratman menciptakannya dengan hati penuh keberanian, walau tahu risikonya besar

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....