Harga Jahe di Kaur Masih Tinggi
- 15 Jan 2025 09:39 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Jahe merupakan rempah - rempah yang mengalami kenaikan cukup tinggi dan signifikan saat dilanda covid-19 beberapa tahun lalu dan hingga tahun 2025 ini,harga rempah tersebut masih terbilang tinggi dari harga sebelum mengalami kenaikan.
Dimana Jahe ini dipercaya dapat meningkatkan imunitas yang kala itu sangat dibutuhkan banyak pihak. Jahe yang merupakan rempah - rempah masakan yang dapat dijadikan minuman dengan banyak khasiat yang salah satunya meningkatkan imunitas tubuh. Jahe ini sempat menjadi rempah yang paling banyak diminati saat covid-19 melanda beberapa tahun lalu.
Dengan tingginya minat terhadap rempah yang satu ini, harga jahe mengalami kenaikan yang drastis karena pasokan yang kurang akibat cuaca dan ekspor yang terjadi ditahun-tahun itu saat covid 19 melanda.
Salah seorang pedagang rempah dipasar Inpres Bintuhan, Sitiatun mengaku, harga rempah - rempah jenis jahe masih tinggi pasca kenaikan harganya saat covid melanda dahulu, sementara pasokan jahe di pasar Inpres sendiri berasal dari petani Kaur namun harga masih tinggi.
“Harga jahe merah khususnya di tahun 2018 hanya 20 ribu perkilonya, naik drastis mulai dari 60 ribu di tahun 2020, 80 sampai 90 ribu di tahun 2021 dan 2022 puncaknya di harga 120 perkilonya.” Jelasnya.
Seiring berjalannya waktu harga jahe merah ini berangsur turun saat kasus covid melandai dengan harga 60 ribu perkilonya di tahun 2023 hingga di tahun 2024 dan terbaru di tahun 2025 ini harga jahe merah sudah di harga 50 ribu perkilonya.
Meski demikian, harga jahe 50 ribu perkilonya masih terbilang tinggi jika dibanding harga saat sebelum kenaikan drastis terjadi yang di harga 20 ribu perkilonya. sehingga para pedagang untuk mengecer jahe seberat 100 gram di harga 5 ribu rupiah jika 1 kilonya 50 ribu rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....