Mengenal Permainan Tradisional Congklak
- 25 Nov 2024 20:21 WIB
- Bintuhan
KBRN Bintuhan: Indonesia memiliki permainan tradisional yang beraneka ragam. Lain daerah lain pula jenis permainannya. Permainan tradisional merupakan permainan yang dikenal sejak zaman dahulu, boleh dikatakan permainan warisan dari leluhur. Jenis permainan ini biasanya dimainkan oleh banyak anggota, kerena sifat permainan mendahulukan kegembiraan, kebersamaan, dan interaksi antar pemain.
Nah Pada zaman modern ini permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan, karena hadirnya gempuran permainan modern dan game online yang marak saat ini. Untuk itu, ada baiknya kita tetap berusaha melestarikan permainan tradisional sehingga tetap bisa dikenal hingga anak cucu di generasi berikutnya, sehingga permainan tradisional tidak hilang ditelan zaman.
Salah satu permainan tradisional yang cukup popular hingga saat ini adalah Congklak
Mengutip dari laman Wikipedia, Congklak merupakan suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadang kala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.
Di Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Di beberapa daerah di Sumatra yang berkebudayaan Melayu, permainan ini dikenal dengan nama congkak. Di Lampung, permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban, sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan beberapa nama: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata.
Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri atas 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.
Pada awal permainan setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya berlawanan arah jarum jam. Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lubang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lubang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.
Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lubang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.
Demikian pembahasan kali ini mengenai permainan tradisional congklak, sampai jumpa pada artikel selanjutnya yang akan membahas jenis permainan tradisional lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....