Tips Mengatur Porsi Makan saat Berbuka Puasa

  • 27 Feb 2026 18:23 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Menghindari makan berlebihan saat berbuka adalah kunci utama agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari rasa begah yang mengganggu ibadah malam. Saat adzan berkumandang, perut yang kosong selama belasan jam memerlukan proses adaptasi untuk kembali mencerna makanan.

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara mendadak dapat memicu gangguan pencernaan dan lonjakan gula darah yang drastis, yang justru membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Mulailah berbuka dengan porsi kecil yang kaya akan hidrasi dan gula alami, seperti air mineral dan buah kurma atau semangka.

Pilihan ini membantu mengembalikan energi tubuh secara bertahap tanpa membebani kerja lambung. Mengawali dengan takjil yang ringan memberikan kesempatan bagi otak untuk mengirimkan sinyal kenyang lebih awal, sehingga Anda tidak akan merasa kalap saat menghadapi hidangan utama nanti.

Penting bagi Anda untuk makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan sempurna hingga halus. Proses mengunyah yang baik membantu enzim pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah masuknya udara berlebih ke dalam lambung yang sering memicu kembung.

Dengan menikmati setiap suapan, Anda akan lebih peka terhadap sinyal kenyang dari tubuh, sehingga otomatis berhenti makan sebelum perut terasa terlalu penuh atau sesak. Strategi lain yang efektif adalah memberikan jeda waktu antara menyantap takjil dan makanan berat, misalnya dengan melaksanakan salat magrib terlebih dahulu.

Jeda ini sangat krusial agar sistem pencernaan tidak kaget dan memiliki waktu untuk memproses nutrisi awal yang masuk. Hindari pula jenis makanan yang terlalu berminyak atau digoreng secara berlebihan, karena lemak jenuh cenderung memperlambat pencernaan dan memberikan rasa tidak nyaman di perut.

Kesadaran akan porsi makan yang seimbang tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjaga kekhusyukan dalam menjalankan salat tarawih. Makan dengan bijak memastikan Anda tetap memiliki energi yang stabil tanpa rasa kantuk yang berlebihan akibat kerja berat sistem pencernaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....