Tradisi Membangunkan Sahur di Berbagai Daerah
- 24 Feb 2026 12:08 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Salah satu suasana khas bulan Ramadan adalah tradisi membangunkan sahur. Menjelang dini hari, suara kentongan, beduk, hingga nyanyian keliling kampung sering terdengar untuk mengingatkan warga agar segera bersiap menyantap sahur sebelum waktu imsak tiba.
Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi membangunkan sahur memiliki cara yang berbeda-beda. Meski sederhana, kebiasaan ini menjadi bagian dari budaya Ramadan yang selalu dirindukan.
Di banyak wilayah pedesaan, warga biasanya menggunakan kentongan atau alat sederhana yang dipukul berkeliling kampung. Anak-anak hingga remaja sering ikut serta, berjalan dari rumah ke rumah sambil menyerukan ajakan sahur.
Di beberapa daerah lain, kegiatan membangunkan sahur bahkan diiringi dengan musik tradisional atau nyanyian khas. Suasana ini menciptakan kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu makan sahur, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan merasakan kebersamaan yang jarang ditemui di hari-hari biasa.
Seiring perkembangan zaman, cara membangunkan sahur memang mulai berubah. Di perkotaan, banyak orang lebih mengandalkan alarm ponsel. Namun, di sejumlah daerah, tradisi keliling kampung masih tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya Ramadan.
Bagi sebagian orang, suara kentongan atau nyanyian sahur menjadi kenangan masa kecil yang selalu membangkitkan rasa rindu setiap kali bulan Ramadan tiba. Tradisi sederhana ini pun menjadi warna tersendiri yang memperkaya suasana Ramadan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....