Fenomena Ngabuburit, Menunggu Magrib dengan Berbagai Aktivitas
- 23 Feb 2026 11:06 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Menjelang waktu berbuka puasa, banyak orang menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan yang dikenal dengan istilah “ngabuburit”. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari suasana bulan Ramadan di Indonesia.
Istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, yakni kata burit yang berarti sore atau waktu menjelang matahari terbenam. Ngabuburit merujuk pada aktivitas mengisi waktu sambil menunggu azan Magrib sebagai tanda berbuka puasa.
Kegiatan ngabuburit dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang memilih berjalan santai di taman, berolahraga ringan, atau sekadar berkumpul bersama teman. Sebagian orang juga memanfaatkan waktu ini untuk membaca Al-Qur’an atau mengikuti kajian di masjid.
Selain itu, ngabuburit juga identik dengan kegiatan berburu takjil. Banyak masyarakat mendatangi pasar Ramadan atau pedagang kaki lima untuk mencari makanan berbuka seperti kolak, es buah, dan aneka gorengan.
Menariknya, tradisi ngabuburit kini berkembang seiring perubahan zaman. Jika dahulu banyak dilakukan di lingkungan sekitar rumah, kini ngabuburit juga dilakukan di pusat kota, taman publik, hingga pusat perbelanjaan.
Bagi sebagian orang, ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka. Aktivitas ini juga menjadi momen bersosialisasi dan menikmati suasana khas Ramadan yang hanya hadir setahun sekali.
Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, ngabuburit menjelma menjadi tradisi unik yang memperkaya warna Ramadan di tengah masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....