Dari Gelanggang Depok, Pesilat Cilik Bengkulu Pulang Bawa Empat Medali

  • 25 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Enam putra-putri terbaik Bengkulu membawa semangat dan mimpi besar ke Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional BNN Cup 7 di Depok, Jawa Barat, pada 19 hingga 23 Agustus 2026. Dari gelanggang yang diikuti ribuan atlet tersebut, empat medali berhasil dibawa pulang sebagai buah dari latihan dan perjuangan para pesilat muda.

Prestasi tertinggi diraih Khalifi Yuichi Al-Afkar yang berhasil menjadi Juara I kelas A putra usia dini 2. Sementara Muhammad Ghaza Muzamil meraih Juara II kelas D putra usia dini 1, disusul Arya Da'anantama sebagai Juara III kelas C putra remaja dan Nayla Azzahra yang meraih Juara III kelas A putri usia dini 2.

Bagi Khalifi, medali emas yang diraihnya bukan sekadar hadiah dari sebuah pertandingan, melainkan hasil dari latihan yang dijalani dengan penuh kesungguhan. “Saya senang sekali bisa menjadi juara dan membawa pulang medali untuk Bengkulu, semoga ke depan saya bisa terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik,” ujar Khalifi.

Hal senada disampaikan Arya Da'anantama yang mengaku bangga dapat berdiri di podium dalam ajang pencak silat tingkat nasional. “Saya senang bisa mendapat juara, walaupun belum juara satu, ini membuat saya lebih semangat untuk latihan agar bisa tampil lebih baik lagi,” kata Arya

Di balik perjuangan para atlet muda tersebut, terdapat peran orang tua yang setia memberikan dukungan sejak masa persiapan hingga pertandingan berlangsung. Salah seorang orang tua atlet Apri Widarti mengaku terharu melihat anaknya mampu bertanding dengan berani di tengah persaingan yang diikuti ribuan pesilat dari berbagai daerah.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga, bukan hanya karena mendapat medali, tetapi karena anak-anak berani berjuang, disiplin berlatih, dan mampu membawa nama Bengkulu di tingkat nasional,” ujar Apri Widarti. Menurutnya, pengalaman bertanding tersebut menjadi bekal berharga untuk membentuk mental, kemandirian, dan rasa percaya diri anak.

Kejuaraan BNN Cup 7 sendiri diikuti sebanyak 2.282 atlet yang tergabung dalam 196 kontingen dari 16 provinsi di Indonesia. Kompetisi yang berlangsung di GOR Depok itu mempertandingkan lima kelompok usia, mulai dari usia dini 1 hingga kategori dewasa.

Bagi para atlet Bengkulu, menghadapi lawan dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang tidak mudah untuk dilupakan. Setiap pertandingan mengajarkan mereka untuk berani, tetap tenang, dan tidak menyerah meski harus menghadapi tekanan di atas gelanggang.

BNN Cup 7 digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2026, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga pencak silat. Dari Bengkulu, perjuangan enam pesilat muda itu membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh sejak usia dini, ketika anak-anak diberi kesempatan, dukungan, dan kepercayaan untuk berani melangkah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....