Oliebollen dan Gembukan: Kudapan Goreng antara Tradisi Belanda dan Indonesia

  • 27 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Oliebollen merupakan penganan khas Belanda berbentuk bola-bola adonan manis yang digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Kudapan tradisional ini umumnya disajikan hangat dengan taburan gula halus saat perayaan Malam Tahun Baru di Negeri Kincir Angin.

Di Indonesia, kue ini sempat tular dan menyita perhatian publik karena memiliki bentuk serta cita rasa yang amat mirip dengan gembukan atau roti goreng. Banyak masyarakat lokal terkejut menemukan kemiripan tekstur antara kuliner Eropa tersebut dengan jajanan pasar yang akrab di lidah sehari-hari.

Sejarah Panjang dan Jejak Akulturasi Kuliner

Secara historis, oliebollen telah dikonsumsi masyarakat Belanda sejak abad pertengahan sebagai hidangan penghangat tubuh di musim dingin. Penggunaan bahan dasar berupa tepung terigu, ragi, telur, dan susu menjadikan adonannya mengembang sempurna saat masuk ke minyak panas.

Masa kolonialisme Belanda di Nusantara turut membawa pengaruh besar terhadap perkembangan seni pembuat kue dan roti di Tanah Air. Kemiripan antara oliebollen dan gembukan diduga kuat lahir dari proses penyerapan serta adaptasi resep Barat oleh masyarakat lokal pada masa lampau.

Perbedaan Bahan Isian dan Cara Penyajian

Meski tampak serupa, kedua kudapan ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok pada bagian isian serta variasi rasa adonannya. Oliebollen autentik sering kali diperkaya dengan potongan buah apel, kismis, atau currant yang memberikan sensasi asam manis segar saat digigit.

Sementara itu, gembukan khas Indonesia cenderung disajikan polos atau diberi taburan biji wijen di bagian permukaan luarnya. Tekstur gembukan juga cenderung sedikit lebih padat dan manis secara merata jika dibandingkan dengan adonan oliebollen yang lebih berongga.

Daya Tarik Budaya

Kini, baik oliebollen maupun gembukan terus mempertahankan eksistensinya sebagai jajanan favorit dalam momen berkumpul bersama keluarga. Fenomena kemiripan kuliner ini membuktikan betapa eratnya keterkaitan sejarah dan pertukaran budaya gastronomi antara Indonesia dan Belanda.

Melalui apresiasi terhadap kuliner tradisional ini, masyarakat dapat lebih memahami jejak warisan sejarah yang tersimpan dalam sepiring jajanan sederhana. Informasi dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rujukan riset sejarah kuliner dari Het Nederlands Bakkerijmuseum, catatan gastronomi Rijksmuseum, serta literatur warisan kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....