Keajaiban Susu Kunyit, Minuman Rempah Kaya Manfaat bagi Kesehatan
- 25 Agt 2026 10:28 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Susu kunyit atau yang dikenal sebagai golden milk merupakan minuman tradisional kaya rempah yang populer dalam pengobatan Ayurveda. Perpaduan antara hangatnya susu dan senyawa aktif kunyit menyimpan beragam khasiat luar biasa bagi kesehatan tubuh.
Kandungan Kurkumin dan Agen Antiinflamasi Alami
Kandungan utama dalam kunyit adalah kurkumin, sebuah senyawa antioksidan kuat yang memberikan warna kuning keemasan yang khas. Senyawa ini bekerja secara efektif dalam meredakan peradangan kronis serta menetralkan radikal bebas di dalam tubuh.
Mengonsumsi susu kunyit secara rutin dapat membantu meredakan nyeri sendi akibat artritis atau kelelahan fisik. Sifat antiinflamasi alaminya menjadi alternatif herbal yang aman untuk menjaga fleksibilitas pergerakan tubuh.
Susu kunyit juga berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan infeksi bakteri maupun virus. Kombinasi nutrisi di dalamnya merangsang produksi sel darah putih yang siap melawan berbagai gangguan penyakit harian.
Selain itu, minuman hangat ini terbukti ampuh dalam melancarkan sistem pencernaan dan meredakan gejala perut kembung. Kurkumin merangsang kantung empedu untuk memproduksi cairan empedu yang optimal demi mencerna lemak dengan baik.
Penjaga Kesehatan Jantung dan Kualitas Tidur
Sifat kardioprotektif dalam kunyit membantu meningkatkan fungsi endotelium atau lapisan pembuluh darah manusia. Hal ini berkontribusi langsung dalam menjaga tekanan darah tetap stabil serta menurunkan risiko penyakit jantung.
Meminum secangkir susu kunyit hangat menjelang malam dapat merelaksasi pikiran dan mempercepat waktu tidur Anda. Senyawa dalam minuman ini membantu menenangkan sistem saraf pusat sehingga kualitas tidur malam menjadi lebih nyenyak.
Untuk menyajikannya, Anda cukup mencampurkan bubuk kunyit dan sedikit lada hitam ke dalam susu hangat agar penyerapan kurkumin semakin optimal. Informasi dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rujukan riset ilmiah dari Journal of Ethnic Foods, Healthline, serta Harvard Health Publishing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....