Mencuci Beras sebelum Dimasak, Penting atau Hanya Kebiasaan?

  • 28 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Mencuci beras sebelum dimasak menjadi kebiasaan yang sudah lama dilakukan masyarakat Indonesia. Selain dianggap dapat membersihkan beras, langkah ini juga diyakini mampu menghasilkan nasi dengan tekstur yang lebih pulen.

Melansir Health.com, mencuci beras memang bukan syarat wajib sebelum proses memasak. Namun, banyak orang tetap melakukannya karena alasan kebersihan dan kualitas hasil masakan.

Ilmuwan pangan sekaligus Senior Research and Development Manager Lundberg Family Farms, Kaitlin Sass, menjelaskan bahwa mencuci beras dapat membantu menghilangkan pati yang menempel pada permukaan butiran beras. Berkurangnya pati tersebut membuat nasi tidak mudah menggumpal saat matang.

“Mencuci beras sebelum dimasak membantu menghilangkan pati pada permukaan beras sehingga tekstur nasi menjadi lebih pulen,” kata Sass.

Selain memperbaiki tekstur, proses pencucian juga membantu menghilangkan kotoran yang mungkin masih menempel pada beras. Kotoran tersebut dapat berupa debu, tanah, maupun kerikil kecil yang terbawa selama proses distribusi pangan.

Mencuci beras juga berpotensi mengurangi kandungan mikroplastik yang berasal dari kemasan makanan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials pada 2021 menemukan bahwa pencucian beras sebelum dimasak dapat mengurangi kontaminasi plastik hingga 20 sampai 40 persen.

Tidak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mencuci beras dapat membantu menurunkan kadar arsenik dalam jumlah terbatas. Arsenik merupakan unsur alami yang terdapat di tanah dan air, namun dalam kadar tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski memiliki sejumlah manfaat, mencuci beras secara berlebihan juga dapat mengurangi sebagian kandungan gizi. Kaitlin Sass mengingatkan bahwa mencuci atau merendam beras terlalu lama sebelum dimasak dapat menyebabkan hilangnya sebagian nutrisi.

“Mencuci atau merendam beras berulang kali dalam waktu lama dapat menghilangkan sebagian kandungan nutrisinya,” ujarnya.

Senada dengan itu, ahli gizi asal Arizona, Taylor Janulewicz, mengatakan proses pencucian juga dapat mengurangi pati resisten yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Pati resisten diketahui berperan dalam membantu menjaga keseimbangan gula darah dan kesehatan usus.

Selain pati resisten, pembilasan yang terlalu sering juga berpotensi mengurangi kandungan zat besi serta vitamin B yang larut dalam air, seperti folat, niasin, dan tiamin.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat mencuci beras secukupnya sebelum dimasak. Langkah tersebut dinilai cukup untuk membersihkan kotoran dan mengurangi kontaminan tanpa menghilangkan terlalu banyak kandungan gizi yang terdapat pada beras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....