Ilmuwan Temukan Ancaman Baru: Virus Gigitan Kutu Mampu Menipu Sistem Imun Manusia

  • 26 Jul 2026 12:59 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Para peneliti menemukan ancaman kesehatan global baru dari patogen yang ditularkan melalui gigitan kutu (tick-borne virus). Virus jenis ini diketahui memiliki kemampuan unik untuk meloloskan diri dari deteksi dini kekebalan tubuh manusia.

Saat kutu menggigit, senyawa khusus dalam air liurnya membantu virus menyusup tanpa memicu alarm peradangan pada jaringan kulit. Akibatnya, benteng pertahanan awal tubuh gagal merespons invasi patogen tersebut secara efektif.

Mekanisme Penyamaran di Dalam Sel

Setelah berhasil masuk ke aliran darah, virus ini langsung menyerang sel-sel imun vital dan membajak fungsi alaminya. Patogen tersebut memproduksi protein spesifik yang secara aktif memblokir sinyal penanda bahaya seperti interferon.

Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh terkecoh dan menganggap tidak ada infeksi yang sedang berlangsung. Sel-sel imun yang seharusnya membasmi musuh justru lumpuh dan membiarkan patogen berkembang biak dengan cepat.

Gejala Klinis dan Risiko Kesehatan

Pasien yang terinfeksi umumnya mengalami gejala awal yang mirip flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem. Namun pada kasus yang lebih berat, infeksi ini dapat memicu penurunan trombosit secara drastis hingga risiko kegagalan organ.

Ancaman penyakit baru ini diperkirakan semakin meluas seiring meningkatnya populasi kutu akibat perubahan iklim global. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gigitan serangga di area terbuka menjadi sangat krusial saat ini.

Langkah Antisipasi dan Penelitian Lanjutan

Tim peneliti kini berfokus menguji calon vaksin dan terapi antivirus untuk menetralkan mekanisme manipulasi sistem imun tersebut. Masyarakat dianjurkan menggunakan cairan anti-serangga (bug repellent) dan mengenakan pakaian tertutup saat beraktivitas di area semak atau hutan.

Sumber

  • Nature Communications / Journal of Virology: Studi ilmiah mengenai mekanisme penekanan respons imun bawaan (innate immune evasion) oleh protein virus Bandavirus / Flavivirus yang ditularkan melalui air liur kutu.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC): Laporan riset dan panduan pencegahan penyakit menular berbasis vektor kutu (Tick-borne Diseases Research & Surveillance).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....