Jenis Makanan yang Membahayakan Kesehatan Anak

  • 30 Jun 2026 21:39 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID.Bintuhan - Mengingat keselamatan anak adalah prioritas utama bagi setiap orang tua, menjaga makanan yang mereka konsumsi sangan penting untuk mencegah bahaya tersedak maupun keracunan. Beberapa jenis makanan yang tampak biasa bagi orang dewasa justru bisa menyimpan risiko fatal bagi balita karena organ tubuh dan saluran pencernaan mereka belum berkembang sempurna.

Dilansir dari Laman Kementerian Kesehatan, Makanan bertekstur bulat, keras, atau kenyal seperti permen karet, jelly, dan kacang utuh menjadi penyebab utama kasus tersedak pada anak di bawah usia empat tahun. Saluran pernapasan mereka yang masih sangat sempit membuat makanan-makanan tersebut rentan menyumbat jalan napas secara total dalam hitungan detik.

Madu alami juga termasuk dalam daftar makanan yang sangat berbahaya jika diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun. Bahan makanan manis ini dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang memicu botulisme, sebuah kondisi kelumpuhan otot serius pada bayi.

Minuman yang mengandung kafein tinggi seperti kopi, teh pekat, dan minuman berenergi harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Zat stimulan ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung, kecemasan berlebih, serta mengganggu pola tidur yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan mereka.

Selain itu, Makanan laut yang tinggi kandungan merkuri seperti ikan hiu, makarel raja, dan ikan tuna sirip biru juga harus dihindari oleh anak-anak. Penumpukan logam berat merkuri dalam tubuh mereka secara perlahan dapat merusak perkembangan sistem saraf dan otak yang sedang tumbuh aktif.

Daging, telur, atau susu mentah yang tidak melewati proses pasteurisasi dengan baik membawa risiko kontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Infeksi bakteri-bakteri ini pada tubuh anak berisiko memicu diare parah, dehidrasi akut, hingga kegagalan fungsi ginjal yang mengancam nyawa.

Chiki atau jajanan pasar yang mengandung zat pewarna tekstil dan pengawet buatan berlebih juga berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. Konsumsi zat kimia berbahaya ini secara terus-menerus dapat memicu hiperaktivitas, gangguan konsentrasi, serta merusak fungsi organ hati anak.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....