Waspada, Ini Penyakit yang Sering Muncul saat Musim Pancaroba

  • 24 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Musim pancaroba merupakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Pada periode ini, perubahan cuaca yang tidak menentu sering berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.

Suhu udara yang berubah-ubah, hujan tiba-tiba, hingga kelembapan yang meningkat dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, sejumlah penyakit lebih mudah menyerang jika tubuh tidak dalam kondisi fit.

Salah satu penyakit yang paling sering muncul saat pancaroba adalah flu dan batuk pilek. Kondisi ini umumnya disebabkan infeksi virus yang mudah menyebar ketika daya tahan tubuh melemah. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, dan demam ringan.

Selain itu, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) juga kerap meningkat pada musim peralihan. Penyakit ini ditandai batuk, pilek, demam, hingga sesak napas ringan.

Bagi penderita asma dan alergi, musim pancaroba juga menjadi periode yang perlu diwaspadai. Debu, udara dingin, serta perubahan kelembapan dapat memicu kambuhnya gejala.

Tak hanya gangguan pernapasan, penyakit pencernaan seperti diare juga dapat meningkat. Hal ini biasanya dipengaruhi kebersihan makanan dan minuman yang kurang terjaga.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap demam berdarah dengue (DBD), terutama saat memasuki musim hujan. Genangan air yang muncul setelah hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Untuk mencegah berbagai penyakit saat pancaroba, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan bergizi seimbang, cukup istirahat, rutin berolahraga, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk juga menjadi langkah penting, terutama saat curah hujan mulai meningkat.

Jika mengalami demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau kondisi tubuh semakin lemah, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan, risiko penyakit saat musim pancaroba dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....