Cukur Bulu Makin Lebat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medisnya

  • 30 Mar 2026 11:03 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Anggapan bahwa mencukur bulu dapat membuatnya tumbuh lebih lebat masih banyak dipercaya masyarakat. Praktik ini kerap dilakukan, baik untuk alasan kebersihan maupun estetika, terutama pada area kaki, ketiak, dan wajah.

Namun, dalam kajian dermatologi, persepsi tersebut dipastikan sebagai mitos. Mencukur bulu tidak memengaruhi jumlah maupun ketebalan bulu yang tumbuh kembali.

Secara medis, pertumbuhan bulu ditentukan oleh folikel rambut yang berada di bawah permukaan kulit. Jumlah folikel ini bersifat tetap dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta hormon. Oleh karena itu, aktivitas mencukur tidak akan menambah jumlah bulu.

Meski demikian, banyak orang merasa bulu menjadi lebih tebal setelah dicukur. Hal ini terjadi karena ujung bulu yang semula runcing menjadi tumpul akibat proses pencukuran. Saat tumbuh kembali, bulu terasa lebih kasar dan tampak lebih gelap.

Selain itu, bulu baru yang belum terpapar sinar matahari cenderung memiliki warna lebih pekat. Pertumbuhan yang relatif serempak juga memberikan kesan lebih lebat, meskipun jumlahnya tetap sama.

Para ahli menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan bulu meliputi genetik, keseimbangan hormon, serta usia. Perubahan hormon, misalnya pada masa pubertas atau kondisi tertentu, dapat memicu pertumbuhan bulu yang lebih tebal.

Mencukur bulu sendiri merupakan metode yang aman selama dilakukan dengan benar. Penggunaan alat cukur yang bersih, teknik yang tepat, serta menjaga kelembapan kulit dapat meminimalkan risiko iritasi.

Sebaliknya, kesalahan dalam mencukur dapat menyebabkan masalah seperti iritasi kulit, luka, hingga bulu tumbuh ke dalam atau ingrown hair.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mencukur bulu tidak membuatnya tumbuh lebih lebat. Persepsi tersebut hanya disebabkan oleh perubahan tampilan dan tekstur bulu setelah dicukur.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai mitos yang belum terbukti secara ilmiah, serta selalu merujuk pada informasi kesehatan yang valid dan terpercaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....