Mengenali Gejala Dehidrasi Akut pada Penderita Tipes

  • 26 Feb 2026 19:24 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Dehidrasi merupakan komplikasi yang sangat rawan terjadi pada penderita tipes akibat demam tinggi yang terus-menerus serta gangguan pencernaan. Salah satu tanda awal yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna urine yang menjadi kuning pekat atau keruh. Jika penderita jarang buang air kecil dalam waktu lebih dari enam jam, hal ini menandakan tubuh sedang berupaya keras menghemat sisa cairan yang ada.

Kondisi mulut dan tenggorokan yang terasa sangat kering serta bibir yang pecah-pecah juga menjadi indikator kuat berkurangnya hidrasi tubuh. Penderita biasanya akan merasakan haus yang luar biasa, namun terkadang rasa mual menghalangi mereka untuk minum dalam jumlah cukup. Jika kulit terasa tidak elastis atau lambat kembali ke posisi semula saat dicubit ringan, maka tingkat dehidrasi sudah mulai memasuki tahap yang lebih serius.

Gejala dehidrasi juga dapat terlihat dari penurunan fungsi saraf dan energi, seperti munculnya rasa pusing yang hebat terutama saat mencoba berdiri. Penderita sering kali merasa sangat lemas, mengantuk berlebihan, atau bahkan mengalami kebingungan (delirium) jika kekurangan cairan mulai memengaruhi aliran darah ke otak. Detak jantung yang terasa lebih cepat namun lemah merupakan alarm bahwa volume darah menurun akibat kekurangan asupan air.

Pada kondisi yang lebih parah, mata penderita akan terlihat sangat cekung dan produksi air mata berkurang drastis saat menangis. Suhu tubuh justru bisa melonjak lebih tinggi karena tubuh tidak lagi memiliki cukup cairan untuk melakukan mekanisme pendinginan melalui keringat. Jika gejala ini muncul disertai dengan tangan dan kaki yang terasa dingin, maka penderita membutuhkan penanganan medis segera untuk mendapatkan bantuan cairan melalui infus.

Pencegahan dehidrasi harus dilakukan sejak dini dengan memberikan asupan cairan sedikit demi sedikit namun rutin setiap jam. Jangan menunggu penderita merasa haus, karena rasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Dengan memantau tanda-tanda fisik secara saksama, risiko komplikasi yang lebih berat akibat penyakit tipes dapat diminimalisir demi keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....