Memantau Asupan Kafein pada Teh dan Minuman Berenergi

  • 26 Jan 2026 10:38 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Banyak orang menyadari kandungan kafein dalam kopi, namun sering kali abai terhadap keberadaan kafein dalam minuman lain seperti teh, soda, atau minuman berenergi. Padahal, akumulasi dari berbagai sumber ini bisa dengan mudah melampaui batas aman 400 mg per hari.

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk memantau asupannya:

1. Kenali Kandungan Kafein Rata-rata

Setiap jenis minuman memiliki profil kafein yang berbeda. Sebagai gambaran umum, berikut adalah estimasi kandungannya:

• Teh Hitam: ±40–70 mg per cangkir.

• Teh Hijau: ±20–45 mg per cangkir.

•™Minuman Berenergi: ±70–150 mg per kaleng (beberapa merek bisa jauh lebih tinggi).

• Minuman Soda: ±30–50 mg per kaleng.

2. Perhatikan Waktu Seduh Teh

Jika Anda peminum teh, ketahuilah bahwa durasi penyeduhan sangat memengaruhi kadar kafein. Semakin lama daun teh terendam dalam air panas, semakin banyak kafein yang terekstrak. Untuk mengurangi asupan, cobalah menyeduh teh dalam waktu yang lebih singkat (sekitar 2–3 menit).

3. Baca Label Kemasan dengan Teliti

Berbeda dengan kopi murni, minuman berenergi dan soda adalah produk olahan. Selalu periksa tabel informasi nilai gizi. Waspadai istilah lain yang juga mengandung kafein alami, seperti:

• Ekstrak Guarana

• Yerba Mate

• Ekstrak Teh Hijau

Bahan-bahan ini sering ditambahkan ke minuman berenergi dan dapat meningkatkan total kafein secara signifikan tanpa tertulis secara eksplisit sebagai "kafein murni".

4. Gunakan Aplikasi Pelacak Nutrisi

Jika Anda sering mengonsumsi berbagai jenis minuman dalam sehari, menggunakan aplikasi pelacak nutrisi di ponsel bisa sangat membantu. Anda cukup memasukkan jenis minuman, dan aplikasi akan menghitung akumulasi kafein harian Anda untuk memastikan Anda tidak melewati ambang batas aman.

5. Waspadai Efek "Double Hit"

Banyak orang mengonsumsi teh di sore hari setelah minum kopi di pagi hari, atau meminum minuman berenergi saat lembur. Gabungan ini sering kali memicu gejala kecemasan atau gangguan tidur. Pastikan Anda memberi jeda minimal 6 jam sebelum waktu tidur untuk mengonsumsi jenis minuman berkafein apa pun.

Dengan memahami sumber-sumber tersembunyi ini, Anda tetap bisa menikmati minuman favorit tanpa harus mengorbankan kualitas tidur atau kesehatan jantung Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....