Universitas Dehasen Bengkulu Gelar Workshop OBE untuk Wujudkan Kampus Berdampak

  • 18 Mei 2026 21:28 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Dehasen resmi menggelar Workshop Bedah Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis menghadapi tantangan disrupsi global dan perkembangan dunia kerja. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari transformasi kampus menuju konsep “Kampus Berdampak” yang menitikberatkan pada kualitas lulusan berstandar internasional.

Workshop diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, praktisi industri, hingga perwakilan alumni. Fokus utama kegiatan adalah melakukan rekonstruksi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Pendekatan Outcome-Based Education atau OBE mengubah pola pendidikan dari yang sebelumnya berpusat pada materi pembelajaran menjadi berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan nyata sesuai kebutuhan industri.

Rektor Universitas Dehasen Bengkulu, Husaini, menegaskan bahwa kurikulum harus menjadi instrumen yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Menurutnya, proses bedah kurikulum menjadi langkah penting untuk menciptakan keselarasan antara metode pengajaran, kebutuhan industri, dan kemampuan lulusan.

“Kurikulum OBE adalah instrumen hidup. Melalui bedah kurikulum ini, kita memastikan adanya sinergi yang utuh antara metode pengajaran dosen, kebutuhan riil dunia industri, dan kapabilitas lulusan,” ujar Husaini dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mencetak sarjana bergelar semata. Universitas, kata dia, harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan memecahkan masalah serta mampu menjadi penggerak inovasi di berbagai sektor industri.

Secara akademis, penerapan kurikulum berbasis OBE juga dinilai memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Bagi dosen, workshop tersebut menjadi sarana penguatan kompetensi pedagogis berbasis proyek atau Project-Based Learning yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan mahasiswa.

Sementara bagi program studi dan fakultas, restrukturisasi kurikulum dinilai dapat memperkuat tata kelola mutu akademik menuju akreditasi internasional. Implementasi OBE juga disebut mampu mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus meningkatkan reputasi institusi di tingkat global.

Mahasiswa menjadi pihak yang paling diuntungkan dari transformasi kurikulum tersebut karena memperoleh kepastian arah pembelajaran dan portofolio kompetensi yang lebih jelas. Di sisi lain, dunia usaha dan dunia industri juga akan mendapatkan tenaga kerja siap pakai yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan mampu mendorong efisiensi serta inovasi perusahaan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....