Sendawa: Tanda Kenyang atau Masuk Angin? Ini Penjelasannya
- 13 Apr 2026 22:04 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sendawa sering dianggap hal sepele, padahal fenomena ini kerap memunculkan pertanyaan: apakah itu tanda kenyang, atau justru pertanda masuk angin? Dalam keseharian, sendawa terjadi ketika tubuh mengeluarkan gas dari saluran pencernaan melalui mulut. Gas ini bisa berasal dari udara yang tertelan saat makan atau minum, maupun hasil proses pencernaan di lambung.
Secara medis, sendawa lebih sering dikaitkan dengan udara yang tertelan saat makan terlalu cepat, berbicara saat makan, atau mengonsumsi minuman berkarbonasi. Ketika perut mulai terisi, refleks tubuh akan mendorong gas keluar untuk memberi ruang bagi makanan. Karena itu, sendawa memang bisa menjadi salah satu sinyal bahwa perut mulai penuh atau kenyang. Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, “Belching is a way your body gets rid of excess air from your upper digestive tract.” Artinya, sendawa adalah cara alami tubuh membuang kelebihan udara dari saluran pencernaan bagian atas.
Namun, di masyarakat Indonesia, sendawa sering dihubungkan dengan istilah masuk angin. Meski bukan istilah medis, kondisi ini biasanya menggambarkan kumpulan gejala seperti kembung, mual, dan tidak enak badan. Dalam konteks ini, sendawa bisa muncul karena penumpukan gas di lambung akibat pola makan tidak teratur atau konsumsi makanan tertentu.
Menariknya, tidak semua sendawa berarti masalah kesehatan. Jika terjadi sesekali setelah makan, itu tergolong normal. Namun, jika sendawa terjadi terus-menerus disertai nyeri perut, asam lambung naik, atau rasa terbakar di dada, bisa jadi itu berkaitan dengan gangguan seperti refluks asam atau gangguan pencernaan lainnya. Dalam kondisi ini, sendawa bukan lagi sekadar tanda kenyang, melainkan sinyal tubuh yang perlu diperhatikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....